Home Unik Lain Dari Biasanya, Kambing Ini Mampu Memanjat Tebing Yang Curam
Lain Dari Biasanya, Kambing Ini Mampu Memanjat Tebing Yang Curam

Lain Dari Biasanya, Kambing Ini Mampu Memanjat Tebing Yang Curam

0

Guys, anda pasti sudah akrab dengan nama hewan yang satu ini, bukan? Ya, hewan yang kami maksud disini tak lain dan tak bukan adalah “Kambing”. Hewan yang biasa kalian liat saat idul adha atau idul fitri ini memang sangat sering dijadikan Qurban selain dari lembu.

Tak hanya saat Qurban saja hewan ini bisa dijumpai, melainkan saat anda sedang berada di perkampungan atau di desa pun banyak hewan ini berkeliaran di jalan maupun di padang rumput.

Pada kesempatan kali ini, bukan kambing jenis ini yang akan kami bahas melainkan kambing gunung yang hanya kalian jumpai di pegunungan dan tebing-tebing tinggi di pegunungan Rocky dan Cascade Range.

Mungkin sebagian dari kalian masih sangat asing jika mendengar namanya, karena hewan jenis ini sangat berbeda dengan kambing yang biasa kita lihat dan banyak dijadikan ternak oleh orang.

Katanya, kambing gunung ini memiliki kekuatan super lho? Kekuatan super seperti apa ya yang dimiliki kambing gunung ini? Mari lebih lenjut kita bahas dan melihat kemapuan super yang dimilikinya.

Seperti Apa Kambing Gunung Itu

4-2

Kambing gunung dapat dijumpai pada wilayah yang memiliki tebing-tebing terjal, mulai dari Alaska ke Amerika Serikat (Rocky Mountains), dan menyebar juga ke sebagian Asia tengah termasuk India.

Binatang ini mampu menampilkan kemampuan memanjat yang melebihi hewan lain dan juga melebihi manusia. Kambing gunung memiliki kuku terbelah dengan dua jari kaki yang dapat melebar untuk meningkatkan keseimbangan.

Bantalan kasar di bagian bawah telapak kakinya, memberikan cengkeraman seperti sepatu mendaki alami. Kambing gunung sangat kuat dan gesit serta dapat melompat hingga hampir 12 kaki (3,5 meter). Sebenarnya binatang ini tidak termasuk dalam jenis kambing, melainkan sejenis antilop seperti halnya kijang dan rusa.

Pada dasarnya, kambing gunung makanannya seperti dengan kambing biasanya. Ia adalah herbivora atau hewan pemakan tanaman. Lebih terkhusus, kambing gunung banyak memakan rumput, lumut, jamur, ranting tanaman, dedaunan, semak belukar dan sejenisnya. Jika kambing gunung ini dipelihara di dalam peternakan, kambing ini juga biasanya makan padi-padian, buah dan sayuran.

Berbeda dengan kambing yang biasa kita lihat adalah kambing ternak yang merupakan anggota dari keluarga Bovidae dan bersaudara dengan biri-biri karena keduanya tergolong dalam sub famili Caprinae.

Pada tahun 2011 lalu, populasi kambing ternak yang hidup di seluruh dunia mencapai 924 juta ekor menurut Organisai Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kambing ternak termasuk dalam kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa. Hampir sama dengan kambing gunung, kambing ternak juga memiliki tanduk namun setiap kambing ternak jantan berbeda dengan yang betina karena tanduk jantan lebih besar.

Cara Reproduksi Kambing Gunung

6-7 (1)

Untuk kambing gunung yang sudah dewasa, tingkat kematangan mereka untuk melakukan pembuahan adalah saat sudah berusia 30 bulan.

Dan, biasanya saat musim kawin yang terjadi di bulan Oktober hingga Desember mereka akan melakukan ritual untuk memperebutkan para betina.

Ritual yang akan mereka lakukan adalah menggali lubang yang kemudian digunakan untuk bertarung dengan pejantan lain. Ini layaknya sebuah ujian kekuatan satu sama lain dan siapa yang menang dalam pertarung tersebut akan mendapatkan betina yang nantinya menarik hati dan segera mengawininya.

Terkadang, pejantan yang muda pun ikut ambil bagian dalam pertarungan para jantan dewasa ini lho, namun para betina biasanya enggan menanggapi pejantan yang masih muda.

Dalam sekali musim kawin, para pejantan dan betina ini biasanya kawin dengan lebih dari satu pasangan dan setelah musin kawin berakhir, para pejantan dan betina ini akan berpisah.

Kemudian, para betina yang sedang mengandung bayi-bayi dari kambing gunung jantan biasanya akan hidup berkelompok selama masa mengandung. Dalam setiap kelompoknya terdiri dari 50 ekor.

Kambing gunung betina akan mengandung bayinya selama enam bulan. Bayi -bayi kambing gunung biasanya lahir pada musim semi atau sekitar akhir bulan Mei hingga awal Juni.

Biasanya, seeokor kambing betina hanya akan melahirkan satu ekor bayi kambing gunung saja. Ada kalanya, kelahiran yang terjadi bisa juga lebih dari satu ekor walaupun kondisi ini sangat jarang sekali terjadi.

Ketika lahir, bayi kambing gunung memliki berat sekitar 3 kg. Dan hebatnya lagi, hanya beberapa jam setalah lahir bayi ini sudah bisa berlari dan memanjat tebing-tebing yang ada disekitarnya.

Selama satu tahun pertama dalam hidupnya, bayi-bayi kambing gunung ini akan terus mengikuti induknya kemana pun si induk pergi. Tetapi, bila induknya sudah memasuki masa kawin lagi, maka anak-anak kambing ini harus bisa hidup mandiri untuk mencari makan.

Sebelum mereka dilepas untuk berkelana, para indukan akan melindungi dan mengajari mereka berbagai hal. Mereka akan diajarkan cara untuk menghindar dari bahaya dan bagaimana menghadapi para predator.

ketika ada predator, induk dari bayi ini akan berdiri di depan anaknya. Sedangkan ketika mereka sedang merangkak di tebing curam, maka para induk ini akan berdiri di bawah anaknya untuk mencegah si anak jatuh karena tergelincir.

Ciri-Ciri Kambing Gunung

5-7

Meskipun terlihat hampir sama dengan kambing ternak, kambing gunung memiliki beberapa ciri yang bisa anda bedakan, antara lain sebagai berikut:

  • Mempunyai rambut di janggut (dagunya)
  • Memiliki ekor yang pendek
  • Mempunyai tanduk hitam yang panjang (sekitar 15 hingga 30 cm)
  • Di tanduknya terdapat lingkaran tahun
  • Seluruh tubuhnya terselubung oleh bulu -bulu (rambut atau wol) yang sangat tebal dan ganda
  • Rambutnya berwarna putih dan coklat.
  • Rambut gandanya mampu membuatnya bertahan pada suhu minus 50 derajat Fahrenheit atau minus 46 derajat Celsius.
  • Mampu bertahan dari hembusan angin berkecepatan hingga 100 km per jam atau 160 km per jam.
  • Panjang tubuhnya dari kepala sekitar 120 cm hingga 179 cm (tidak termasuk ekor)
  • Pejantan biasanya lebih tinggi 7,5 hingga 15 cm daripada betina.
  • Bobot pejantang kambing gunung sekitar 62 hingga 82 kg sedangkan bobot betinanya sekitar 57 hingga 71 kg.

Habitat Kambing Gunung

7-7-768x512

Bicara soal habitat mereka, kambing gunung ini biasanya terdapat di pegunungan dengan tebing-tebing terjal seperti di pegunungan Rocky dan Cascade Range. Tak heran jika kambing ini dijuluki sebagai the Mountain Goat atau the Rocky Mountain Goat.

Beberapa kambing gunung juga terdapat di bagian Western Cordillera di Amerika Utara, Washington, Idaho, Montana, British Columbia, Alberta, hingga ke Yukon selatan dan Alaska bagian tenggara.

Kambing gunung merupakan hewan mamalia terbanyak yang ditemukan hidup di habitat wilayah dataran tinggi. Mereka dapat hidup pada dataran tinggi hingga 4000 meter di atas permukaan laut atau setinggi 13.000 kaki.

Di alam liar, kambing gunung biasanya berusia 12 hingga 15 tahun. Ketika mereka hidup di kebun binatang, umumnya mereka dapat berusia 16 hingga 20 tahun.

Statusnya Sekarang

4-7

Jumlah populasi kambing gunung ini bisa dibilang relatif stabil karena mereka tidak berada pada ancaman kepunahan. Di beberapa daerah, seperti di Yellowstone National Park, mereka bahkan mengizinkan para pemburu untuk memburu kambing gunung ini.

Meski diperbolehkan untuk berburu, namun perburuan yang dilakukan memiliki jumlah yang terbatas. Hal ini justru dilakukan sengaja untuk mengontrol serta mengurangi populasi kambing gunung.

Namun, di beberapa pegunungan lain dengan jumlah kambing gunung yang minim, para pemburu dilarang untuk berburu. Perburuan kambing gunung yang dilarang ini seperti di Cascade Mountains di Washington.

Mereka biasanya hidup berkelompok, terutama ketika musim dingin tiba. Pada saat musim dingin, mereka membentuk kelompok dalam jumlah yang lebih besar. Sedangkan ketika musim panas tiba, mereka biasanya membentuk kelompok yang lebih kecil.

Mereka biasanya lebih aktif ketika hari terang hingga tengah hari, serta menjelang petang. Para kambing gunung ini biasa menggali lubang atau cekungan kecil sedalam 2,5 hingga 5 cm. Di dalam cekungan tersebut, mereka akan beristirahat mulai dari tengah hari hingga malam.

Kesimpulan

Kambing gunung memang seekor hewan yang punya keunikan yang sangat luar biasa ya? Bayangkan saja, seekor kambing yang bisa hidup di wilayah pegunungan atau di dataran tinggi. Dataran tinggi yang jadi habitat hidup mereka pun tidak biasa lho.

Umumnya mereka tinggal di tempat-tempat yang penuh dengan tebing dan jurang. Nah, di sini nih hebatnya. Para kambing gunung ini bisa dengan begitu hebat dan lincah berlarian di tebing-tebing curam. Mereka sepertinya tak khawatir jatuh atau terperosot dari tebing curam ya?

Tebing ini bisa mencapai kemiringan hingga hampir vertikal loh. Ya, kira-kira sampai 90 derajat gitu dan mereka masih juga lincah berkeliaran di tebing curam tersebut. Hebat banget deh, berikut adalah videonya.


Oh iya, para indukan kambing gunung ini biasanya sangat protektif terhadap wilayahnya. Kebanyakan sih yang protektif justru para betina. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk melindungi wilayah dan sumber makanan mereka.

Mereka bahkan mahir berkelahi agar dapat mendominasi suatu wilayah. Ketika berkelahi, para betina yang juga punya tanduk ini akan mengelilingi satu sama lain. Mereka pun saling menundukkan kepala untuk memamerkan tanduk mereka.

Mereka pun dapat bertarung untuk mempertahankan wilayah mereka dan diri mereka dari para predator. Jadi, kalau mereka diserang oleh serigala, beruang, anjing hutan, lynk dan lainnya sebagainya, mereka akan bertarung sampai mati demi mempertahankan wilayahnya tersebut.

Mereka biasanya cukup mahir dalam mempertahankan diri. Karena selain lihai bertarung, mereka juga lincah untuk memanjat tebing curam yang tentunya sulit dilakukan oleh para predator tersebut.

Hanya saja, masalah besar datang bila pemangsa yang sedang mengincar mereka adalah elang emas. Elang yang terbang ini tentu tak kesulitan untuk memburu kambing gunung, walau pun si kambing berlarian di tebing -tebing curam bukan? Jadi, elang emas inilah yang paling berbahaya bagi si kambing gunung.

Itulah tadi artikel kami tentang kambing gunung yang memiliki kekuatan super hebat seperti superhero yang biasa kalian lihat di tv. Satu-satunya hewan yang mampu memanjat tebing curam bahkan dengan kemiringan yang hampir vertikal atau sekitar 90 derajat.

Bulu tebal yang mereka miliki selain untuk menahan kencangnya laju angin saat sedang memanjat tebing curam, juga mampu membuat tubuh mereka tetap hangat meskipun dalam suhu yang teramat dingin sekalipun.

Oh iya, bagi anda para manusia, harap berhati -hati jika anda berkunjung ke pegunungan dan berjumpa dengan kambing gunung ini. Tak seperti kambing pada umumnya, kambing gunung biasanya lebih agresif terhadap manusia. Mereka bahkan bisa menyerang manusia dan mengakibatkan luka yang cukup serius.