Home Unik Bukan Sekedar Tanaman, Bonsai Merupakan Seni Yang Punya Makna Mendalam
Bukan Sekedar Tanaman, Bonsai Merupakan Seni Yang Punya Makna Mendalam

Bukan Sekedar Tanaman, Bonsai Merupakan Seni Yang Punya Makna Mendalam

0

Pernahkah anda melihat tanaman atau pohon Bonsai? Atau mungkin, adakah di antara anda yang memilikinya di rumah? Anda benar-benar orang yang sangat beruntung jika memang anda memiliki tanaman unik nan indah ini.

Tanaman bonsai berbeda dengan jenis tanaman atau pohon-pohon lain yang sering anda temui pada umumnya. Tidak hanya berbeda secara fisik, tanaman ini juga memerlukan penangan atau perawatan khusus untuk membuatnya bisa tumbuh dengan baik.

Selain itu, jenis tanaman unik ini juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk berkembang atau tumbuh, biaya yang tidak sedikit untuk perawatannya, serta kesabaran yang ekstra dari orang yang menanamnya.

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.

Bonsai Bisa Dibuat Dari Berbagai Jenis Pohon

w

Teknik seperti menjepit kuncup, pemangkasan dan pemasangan cabang, proses pengetatan yang harus dilakukan dengan hati-hati, serta membatasi penggunaan pupuk, semata-mata dilakukan bukanlah untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman Bonsai.

Pohon ini biasanya hanya memiliki tinggi sekitar empat kaki atau sekitar 1 meter saja. Namun, bukan berarti dengan ukurannya yang seperti itu, bonsai bisa disebut sebagai “tanaman kurcaci genetik”.

Namun, karena tanaman tersebut memiliki daun yang lebih kecil dari pohon pada umumnya, komposisi tanaman yang satu ini pun menjadi lebih mudah untuk didesain.

Sebenarnya, setiap spesies tanaman yang memiliki batang atau batang kayu, serta cabang yang tumbuh dengan baik, bisa ditanam dalam wadah khusus untuk membatasi akar atau kemampuan penyimpanan makanannya, sehingga spesies tersebut memiliki daun yang lebih kecil atau dapat direduksi dan bisa digunakan untuk membuat Bonsai.

Cobalah perhatikan pepohonan, semak, tanaman pagar atau tanaman yang tumbuh dengan liar di sekeliling atau di halaman rumah anda. Sebenarnya itu semua bisa digunakan sebagai bahan baku untuk mengembangkan tanaman bonsai.

Singkatnya, secara teknis pohon yang bisa digunakan untuk membuat bonsai adalah tanaman parennial, yaitu tumbuhan menahun, yang bisa meneruskan kehidupannya setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari 2 tahun di dalam siklus hidupnya, tumbuhan bertangkai dan bisa tumbuh didalam wadah kecil.

Bagaimana Cara Mengenali Tanaman Bonsai?

e

 

Meskipun dalam pengembangannya tanaman bonsai dilakukan di dalam pot atau wadah kecil, namun anda harus tahu kalau tidak semu tanaman pot yang anda jumpai adalah bonsai.

Untuk mengetahui apakah itu bonsai atau tidak, anda bisa melihat atau memperhatikan beberapa karakteristik yang dimilikinya. Karakteristik yang dimaksud meliputi: ukuran, bentuk dan umur yang dimilikinya.

Hanya dengan melihat ketiga karakteristik ini, anda bisa membedakannya dari tanaman-tanaman hias lainnya.

  • Dilihat dari segi ukuran

Bonsai biasanya sangat identik dengan ukuran yang kecil atau kerdil, dengan tinggi sekitar 3 – 150 cm, atau bisa lebih tergantung pada jenis tanaman yang digunakan.

Tanaman bonsai setinggi 150 meter tetap disebut kerdil, apabila di alam liar dapat tumbuh setinggi belasan atau bahkan puluhan meter, misalnya saja pohon beringin atau asam jawa.

Tetapi tanaman setinggi 30 cm di dalam pot tidak bisa disebut kerdil atau dianggap sebagai bonsai, kalau pertumbuhannya di alam liar hanya bisa mencapai ketinggian maksimal 100 – 150 cm, seperti soka atau tanaman semak yang lainnya.

Untuk memenuhi kriteria ukuran tersebut, tanaman harus melalui proses pengerdilan, yang antara lain melalui teknik pemotongan ujung batang atau pucuk, ditanam pada media terbatas (misalnya pot kecil), pemangkasan akar secara berkala, terus-menerus membuang tunas yang baru tumbuh (bud nipping) dan diletakkan pada tempat yang mendapat cahaya matahari secara penuh.

  • Bentuk bonsai yang indah

Bentuk bonsai haruslah indah, namun tetap wajar (alami) dan mengacu pada bentuk tanaman sejenis yang tumbuh di alam liar. Pada umumnya, tajuk bonsai berbentuk segitiga asimetris. Antara batang, cabang dan ranting terlihat ada keseimbangan pertumbuhan sehingga enak dipandang.

Berkaitan dengan bentuknya, ada 5 bentuk dasar bonsai yang dikenal oleh para penggemar tanaman tersebut, yaitu:

  1. Tegak lurus (chokkan)
  2. Tegak berliku (tachiki)
  3. Miring (shakan)
  4. Setengah menggantung (hankengai)
  5. Menggantung (kengai)

Bonsai biasanya memiliki sisi depan dan belakang. Sisi depan harusnya memperlihatkan keindahan semua bagian tanaman dari bonsai itu sendiri, mulai dari akar, batang, dahan, ranting dan daun. Hal ini dilakukan dengan maksud agar bonsai tidak ditempatkan membelakangi orang yang melihatnya.

Bonsai yang baik bukan hanya miniatur pohon dengan dedaunan yang rimbun, melainkan harus bisa memperlihatkan susunan batang, cabang, ranting dan subranting secara jelas, dengan penyebaran yang teratur, indah, alami dan juga harmonis.

Untuk menyempurnakan bentuk bonsai, dibutuhkan beberapa perlakuan yang terdiri atas pengawatan (wiring), pemangkasan bagian batang, cabang dan ranting yang tidak diperlukan (prunning), membuang tunas dan daun baru yang tidak diperlukan agar tetap rapi (trimming) dan penyempurnaan bentuk pohon (koreksi).

Untuk lebih jelasnya, anda bisa membaca penjelasannya di bawah ini:

  • Pengawatan

Pengawatan dilakukan untuk membantu pembentukan (membetulkan lekukan atau arah) batang, cabang atau ranting. Kawat yang dipakai biasanya adalah kawat tembaga atau aluminium, karena memiliki kemampuan tidak berkarat sehingga tidak akan meracuni tanaman.

Besar kawat yang dipakai sekitar sepertiga dari besar batang, cabang atau ranting yang dililit. Kalau terpaksa, anda bisa menggunakan 2 buah kawat sekaligus, asalkan kawat tersebut tidak saling menindih. Sudut lilitan kawat kira-kira 45 derajat dengan jarak yang relatif sama.

  • Pemotongan atau Pemangkasan

Pemotongan yang dilakukan dimaksudkan untuk memberi bentuk pada bonsai dengan membuang atau memendekkan batang, cabang atau ranting.

Untuk pemotongan (pembuangan) cabang, sebaiknya pada pangkal cabang tersebut dipotong datar (tidak menyisakan bekas cabang) atau agak melengkung ke dalam batang, agar luka bekas potongan cepat tertutup oleh kulit batang.

Begitu juga dengan pemotongan ranting pada cabang. Pada pemendekan cabang atau ranting, pemotongan dilakukan dengan posisi miring, dimana luka potongan menghadap ke atas agar luka potongan tersebut cepat kering dan tertutup.

Pembuangan tunas daun sebaiknya dilakukan secepat mungkin sebelum daun muda terbentuk, agar tidak terlalu banyak energi yang terbuang akibat dari pemotongan yang dilakukan.

Tujuan pembuangan tunas atau daun muda adalah untuk menghindari terbentuknya cabang atau ranting yang tidak diperlukan. Khusus pada pengurangan daun pada salah satu cabang atau ranting adalah untuk menyeimbangkan ukuran cabang terhadap batang atau ukuran ranting terhadap cabang.

Biasanya makin banyak daun pada canang, maka pertumbuhan cabang untuk menjadi lebih besar bisa lebih cepat dibandingkan dengan cabang yang daunnya sedikit. Jadi perbanyaklah daun pada cabang atau ranting yang akan diperbesar ukurannya.

Sebaliknya, kurangi daun pada cabang ataupun ranting yang ukurannya melebihi standar. Ukuran yang baik bagi cabang adalah sepertiga dari ukuran batang dimana cabang tersebut berada.

  • Koreksi

Koreksi adalah proses penyempurnaan bentuk bonsai (atau bakalan bonsai) yang sudah terlanjur salah. Beberapa kesalahan yang terjadi saat menanam bonsai, serta cara untuk mengatasinya:

1. Kepala terpotong : Peliharalah satu tunas yang tumbuh dekat kepala menghadap ke muka, setelah cukup kuat bengkokkan dengan kawat ke atas.
2. Cabang lebih besar dari batang : Dibuang saja atau dikupas kulitnya dan dimatikan (jin) lalu dikecilkan ukurannya dan diawetkan dengan larutan kapur dan belerang.
3. Cabang menyilang : Dibuang atau dilakukan pengawatan untuk merubah arah.
4. Cabang tumbuh pada ketinggian yang sama : Buang salah satunya.
5. Cabang tumbuh membentuk lingkaran : Buang dan tinggalkan salah satunya.
6. Cabang tumbuh ke arah depan : Dibuang atau dirubah arah dengan kawat. Kalau ukurannya sudah besar, buang dan buat lubang/rongga pada batangnya (uro).
7. Cabang tumbuh ke atas : Bengkokkan dengan pengawatan atau tali.
8. Cabang menggantung ke bawah : Bengkokkan ke arah yang benar dengan pengawatan.
9. Cabang saling berkaitan : Buang sebagian atau bengkokkan ke arah yang benar dengan pengawatan.

  • Dari segi umur 

Umur bonsai haruslah tua atau tampak tua. Bisa saja umurnya cuma belasan tahun, tetapi bisa nampak berumur ratusan tahun. Hal ini ini dimungkinkan melalui teknik penuaan (ageing).

Teknik penuaan ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, seperti : memaksa dahan dan ranting tumbuh mendatar atau agak menurun, akar-akar pada pangkal batang ditonjolkan agar nampak menjalar di permukaan tanah, mematikan sebagian batang atau cabang, membuat lubang atau rongga pada batang, agar nampak seperti pohon tua, yang sebagian batang atau cabangnya sudah mati dan lapuk karena usia.

Tak Sekedar Tanaman, Bonsai Juga Merupakan Sebuah Seni

r

Mengapa Bonsai dikatakan sebagai sebuah seni? Bonsai dianggap sebagai sebuah bentuk seni karena tanaman ini merupakan penggabungan teknik hortikultura dan Estetika (nilai-nilai keindahan) dengan menggunakan cara yang unik.

Kata Bonsai (yangs ering disebut dengan bonzai atau banzai) adalah istilah yang diperkenalkan atau berasal dari Bahasa Jepang, yang kalau diterjemahkan secara harfiah akan memiliki arti “ditanam di dalam wadah”

Bentuk seni ini berasal dari praktik holtikultura Cina Kuno, yang kemudian dikembangkan kembali di bawah pengaruh Buddhisme Zen Jepang.

Tanaman ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Adapun tujuan dari menanam atau menumbuhkan Bonsai adalah untuk menciptakan sebuah representasi miniatur yang realistis dari alam, ke dalam bentuk sebuah pohon.

Sebenarnya bonsai bukanlah jenis “tanaman cebol atau mini” hasil rekayasa genetika. Faktanya, tanaman yang dikenal dengan keindahannya ini bisa ditumbuhkan pada jenis pohon apa saja.

Seni Bonsai Memiliki Makna Yang Mendalam

Bukan hanya sekedar tanaman hias yang sederhana, Bonsai yang merupakan bentuk kesenian dan estetika Jepang ini sebenarnya dibuat dengan tujuan tertentu, yaitu untuk menghormati dan meratap kefanaan, alam dan kehidupan itu sendiri, dengan cara yang sangat canggih namun tetap rendah hati.

Setiap tanaman “bonsai” menggambarkan atau secara tidak langsung menunjukkan sebuah pekerjaan dan perawatan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun  serta  dan menunjukkan sebuah bentuk ketenangan, kesabaran dari seseorang dibaliknya.

Aspek meditatif yang melatarbelakangi proses perawatan tanaman “bonsai” sangat lah penting dan masih tetap eksis, bahkan di zaman modern seperti sekarang ini. Mungkin ini adalah alasan mengapa “bonsai“ disebut sebagai salah satu fenomena internasional.

Memahami makna di balik seni “bonsai” di dalam ajaran “Zen” dan filsafat Jepang, serta melihat keindahan pohon yang sudah diselesaikan merupakan dasar dari pemikiran-pemikiran yang telah disebutkan di atas tadi.

Klasifikasi Ukuran Bonsai

t

Tujuan akhir dari kegiatan mengembangkan pohon Bonsai ini adalah untuk menciptakan penggambaran alam yang realistis. Itulah sebabnya mengapa semakin kecil ukuran bonsai (bahkan sampai beberapa inci atau sentimeter), maka akan semakin abstrak pula nilai yang didapat, sebagai lawan untuk menyerupai alam.

Ada beberapa klasifikasi Bonsai yang telah dikemukakan saat ini. Namun memang klasifikasi ukuran yang tepat masih diperdebatkan. Dengan adanya pengklasifikasian ukuran ini, orang-orang yang ingin membudidayakannya akan terbantu, terutama untuk mendapatkan pemahaman tentang aspek estetika dan botani Bonsai.

Klasifikasi awal yang terbentuk ini didasarkan pada jumlah pria yang dibutuhkan untuk mengangkat pohon yang sesungguhnya.

  • Keshitsubo : 1-3″ (3-8 cm)
  • Shito : 2-4″ (5-10 cm)
  • Mame : 2-6″ (5-15 cm)
  • Shohin : 5-8″ (13-20 cm)
  • Komono : 6-10″ (15-25 cm)
  • Katade-mochi : 10-18″ (25-46 cm)
  • Chumono / Chiu : 16-36″ (41-91 cm)
  • Omono / Dai : 30-48″ (76-122 cm)
  • Hachi-uye : 40-60″ (102-152 cm)
  • Imperial : 60-80″ (152-203 cm)

Berbagai macam pohon-pohon yang kecil ini bisa dilihat di “Museum Bonsai Shunkaen” yang berada di Tokyo. Kuratornya adalah seniman “bonsai” terkenal yang bernama “Kunio Kobayashi”.

Lebih dari 1.000 jenis tanaman miniatur yang berbeda, mulai dari bentuk dan gayanya dapat dikagumi di sini, termasuk diantaranya beberapa pohon yang mendapatkan penghargaan ada di museum ini.

Kelebihan lainnya adalah anda memiliki kesempatan untuk melihat seniman bonsai saat berkreasi, sehingga dapat memahami apa yang dibutuhkan untuk menjadi perawat “bonsai” yang handal, baik itu pohon yang sudah dewasa atau pohon yang masih dalam proses pembentukan.

Museum ini menempatkan masing-masing tanaman tepat disetiap sudut ruangannya, namun dalam kamar bergaya Jepang yang disebut “washitsu”, yaitu kamar tradisional yang memiliki ruang kecil yang disebut “tokonoma”, dihiasi dengan lukisan dan “bonsai” yang sedang tumbuh.

Manfaat Yang Bisa Diberikan Oleh Tanaman Bonsai

j

Pada dasarnya, kehidupan manusia tidak pernah lepas kaitannya dari tanaman atau tumbuh-tumbuhan. Tanpa adanya mereka, kecil atau bahkan tidak ada kemungkinan manusia bisa hidup seperti sekarang ini.

Tidak hanya manusia, hewan pun juga membutuhkan keberadaan mereka, terutama sebagai penghasil oksigen yang digunakan untuk bernafas. Sama seperti pepohonan tan tumbuhan lainnya, bonsai juga memiliki manfaat penting untuk lingkungan, terutama bagi manusia.

Apa sajakah manfaat yang bisa diberikan tanaman unik yang satu ini? Temukan jawabannya di bawah ini:

1. Menghasilkan oksigen untuk bernafas dengan segar

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, tanaman hijau merupakan penyumbang oksigen paling besar di bumi, yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bernafas dan bertahan hidup.

Dengan adanya kegiatan budidaya atau penanaman pohon termasuk bonsai ini, maka jumlah karbondioksida yang terdapat di lingkungan sekitar akan berkurang dan secara otomatis akan mengurangi polusi yang dapat mengakibatkan pemanasan global dan bisa menipiskan ozon.

2. Mengurangi Kebisingan 

Jika rumah anda berada di pinggir jalan, tentunya anda akan sering mendengar suara-suara bising yang berasal dari kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Oleh karena itu, sebaiknya anda menanam banyak bonsai atau tanaman hias di pinggir-pinggir pagar rumah anda, agar terhindar dari kebisingan tersebut, karena mereka bisa berperan sebagai peredam suara. Selain itu, anda juga akan mendapatkan keharuman tersendiri yang dihasilkan dari oksigen yang pastinya lebih sejuk.

3. Sebagai Pendingin

Jenis tanaman rambat atau yang merambat diketahui bisa anda gunakan sebagai pendingin ruangan, yaitu sebagai penutup dinding yang terpapar langsung dengan sinar matahari.

Paparan sinar matahari langsung akan membuat suhu secara otomatis akan meningkat. Dengan memperbanyak tumbuhan merambat atau tanaman bonsai, merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk membuat suhu panas di dalam ruangan menjadi berkurang dan ruangan akan secara otomatis menjadi lebih sejuk alami dan segar.

Selain itu, dengan menanam tanaman hias ini di rumah juga bisa menghemat penggunaan listrik dari AC atau kipas angin.

4. Menyimpan Air Tanah

Air hujan yang jatuh ketanah akan menghilang begitu saja. Jika tidak ada akar tanaman misalnya bonsai yang mengikatnya maka air tidak banyak meresap dan mengakibatkan banjir selain itu jika tidak banjir air meresap bisa mengakibatkan tanah longsor.

Apalagi dengan musim kemarau yang datangnya hujan tidak menentu yang sulit ditebak. Jika lahan tanah atau pekarangan rumah dibiarkan begitu saja tidak ditanami apapun maka pada musim kering lahan tersebut juga bisa semakin kering dan akan terlihat tandus dan panas.

Oleh karena itu tanaman-tanaman kecil seperti rerumputan kecil atau bonsai buah-buahan bisa anda manfaatkan untuk mengisi halaman anda, untuk menghindari tanah yang gersang atau tandus di musim kering dan bencana di musim hujan.

5. Mengobati Luka

Salah satu jenis tanaman yang sering dijadikan sebagai tanaman Bonsai adalah adenium. Berbagai jenis luka seperti lecet atau terkena pisau ternyata bisa diobati dengan adenium tersebut.

Batang adenium memiliki getah yang berwarna putih. Getah ini juga memiliki sifat yang kental apabila terkena kulit. Getah inilah yang bisa digunakan untuk mengobati luka lecet atau terkena pisau. Getah tanaman ini mengandung fuvoplumerin yang bisa mencegah infeksi pada luka.

Untuk mengobati luka atau terkena pisau, adapun cara mengobatinya dengan tanaman bonsai adenium adalah sebagai berikut :

  • Pertama-tama, anda harus membersihkan luka hingga benar-benar sudah bersih
  • Gunakan air yang mengalir dan tahan rasa perih pada luka
  • Setelah itu, ambil batang adenium yang masih segar
  • Oleskan getah putih pada bagian luka dan tutup luka agar tidak terkena air.

Rasanya memang sangat perih, namun luka anda akan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan menggunakan obat yang lain. Cara ini memang tidak bisa dilakukan untuk luka yang membutuhkan jahitan atau prosedur medis yang lain.

6. Bermanfaat Untuk Kejiwaan

Manfaat tanaman bonsai juga bisa dirasakan dari sisi kejiwaaan. Anda akan benar-benar bisa merasakaan sensasi rileks dan damai, ketika sudah intens merawat dan merancang bonsai dengan teliti dan hati-hati. Tiap detail pertumbuhan bosai dengan pola yang indah, akan mampu memberi efek kebahagiaan yang tak ternilai untuk anda.

Nah, itulah tadi beberapa contoh manfaat yang bisa diberikan oleh tanaman bonsai untuk anda, terutapa para pecinta dari jenis tanaman asli Jepang ini.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Bonsai adalah tanaman yang sangat menakjubkan. Tidak hanya memiliki bentuk yang indah, tanaman ini juga punya manfaat yang sangat baik dan penting bagi kehidupan manusia, yang diantaranya adalah sebagai penyumbang oksigen, yang dibutuhkan manusia untuk bernafas.

Bonsai umumnya memiliki beberapa karakteristik yang menjadi ciri khasnya, sehingga orang-orang bisa mengenalnya. Adapun karakristik yang dimiliki antara lain: memiliki ukuran yang kecil atau kerdil, bentuk yang indah, serta umur yang tua.

Selain sebagai tanaman, bonsai juga dianggap sebagai sebuah seni Jepang, karena bonsai merupakan penggabungan teknik hortikultura dan Estetika (nilai-nilai keindahan) dengan menggunakan cara yang unik.

Itulah tadi sedikit informasi mengenai tanaman bonsai yang bisa kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda, terutama untuk anda yang tertarik untuk mencoba membudidayakannya.