Home sejarah Wah, Ternyata PSK Punya Jasa Lho Dalam Kemerdekaan Indonesia
Wah, Ternyata PSK Punya Jasa Lho Dalam Kemerdekaan Indonesia

Wah, Ternyata PSK Punya Jasa Lho Dalam Kemerdekaan Indonesia

0

Hallo semua, kira-kira apa yang terbesit dibenak kalian ketika mendengar kata PSK? Gue sih yakin banget sebagian besar dari kalian pasti punya penilain miring tentangnya. Iyakan guys? Perlu kalian ketahui guys, bahwa kita semua sudah terlampu jauh menaruh kesan negatif pada orang yang bekerja di bidang pekerjaan yang satu ini. Yaps, walaupun kita tidak bisa bilang bahwa pekerjaan ini sejatinya tidaklah baik, namun tidak ada gunanya kita memandang mereka terlalu rendah. Sebab, jika kita berkaca dari sejarah, terutama sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia, mungkin kita bakal lebih menghargai kelompok tersebut atas perjuangan yang telah diberi pada negara.

Benar, buat kamu yang belum, PSK ternyata punya andil lho dalam membantu para pejuang meraih kemerdekaan. Nah, apa aja sih andil dari pekerja yang sering dipandang sebelah mata ini, Yuk, langsung aja disimak.

Pengorbanan PSK Yang Menyelamatkan Gadis Tak Bersalah

2-17-e1499419598407

Berkaca di era konolialisme Jepang memang nggak selama era kolonialisme Belanda. Namun bukan berarti mereka nggak kejam terhadap rakyat Indonesia. Para tentara kolonial Jepang yang menduduki Indonesia saat itu dikenal sangatlah haus akan seks. Jadi, nggak jarang mereka memperkosa gadis-gadis Indonesia yang tak bersalah di Minangkabau.

Namun pada saat itu Bung Karno punya siasat untuk menyelamatkan gadis baik-baik di tanah minang tersebut. Sehingga Bung Karno mengirim 120 PSK untuk dapat memuaskan hasrat tentara Jepang. Pengerahan PSK tersebut adalah semacam pengorbanan untuk menjaga kehormatan para gadis Indonesia lainnya.

Kasarnya, mending memberikan kain kotor kepada para penjahat untuk menyekat keringan mereka, ketimbang kalian yang masih bersih. “Ucap presiden pertama kita itu”

PSK Berjasa Dalam Penyelundupan Senjata

v-e1499419671767

Yaps, walaupun jasa PSK emang tak terlalu signifikan dalam merengkuh kemerdekaan. Namun yang pasti, jasa mereka itu ada. “Mereka bukan hanya penyumbang yang menyenangkan, namun juga menjadi penyumbang besar” tutur Bung Karno dalam buku otobiografinya.

Para PSK juga diyakini punya jasa dalam menyelamatkan Bung Karno dan para pejuang lainnya. Kala pasukan Belanda mengintai keberadaan Bung Karno dan kawan-kawan, maka hunian pelacuran jadi tempat sembunyi paling aman.

Selain sebagai tempat berlindung Bung Karno dan Kolega, PSK juga membantu penyelundupan senjata. Seperti  dikisahkan dalam buku Robert Cribb, para jago dan kaum revolusioner Jakarta, ada sebuah gerakan bernama Laskar Rakyat Jakarta Raya (LRJR) yang memiliki tujuan untuk menaklukan Jepang dan Belanda. Nah, untuk mempermulus penaklukan tersebut, pasokan senjata jelas jadi hal yang penting. Saat itu, para PSK jadi penunjang dan merekalah yang membantu menyelundupkan senapan.

Bung Karno Merekrut Ratusan PSK Untuk Menjadi Anggota PNI

bk-dan-cindy-adams-e1499419728661

Berbicara mengenai sejarah, terkadang bisa bikin kita ngantuk sendiri iyakan guys? Namun kalau ada kisah yang menarik dijamin deh pasti mata kita langsung melek seger. Nah, seperti halnya sedang kita bahas ini. Bung Karno memang memiliki banyak kisah menarik untuk dicari tahu dan diperbincangkan. Salah satunya tentang ceritanya yang menggaet ratusan PSK untuk diajak bekerjasama membangun kemerdekaan.

Cindy Adam, selaku penulis otobiografi Bung Karno, mengaku kalau Bung Karno pernah bercerita tentang bagaimana ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI)  dan bagaimana dia mengajak para pekerja seks komersial untuk menjadi anggota partai.

Nah, mendapat informasi tentang perekrutan khusus tersebut, nggak heran ratusan PSK beramai-ramai jadi anggota PNI. Dalam buku yang berjudul “Bung Karno Penyambang Lidah Rakyat Indonesia”, tercatat ada 670 wanita tuna susila di Bandung yang ikut gabung. Pastinya itu bukan jumlah yang sedikit lho.

Kamu tentu akan bertanya-tanya, buat apasih Soekarno merekrut orang-orang tersebut? Ternyata Bung Karno punya siasat pintar tentang perekrutan tersebut. Dia ingin menjadikan para PSK tersebut sebagai informan untuk kepentingan pergerakan dalam rangka meraih kemerdekaan. Bung karno bahkan nggak ragu untuk menyebut mereka sebagai loyalis sejati.

Penolakan Dalam Perekrutan Ratusan PSK

qr-e1499419781552

Yaps, pada saat itu perjuangan Soekarno untuk dapat merekrut PSK menjadi anggota PNI yang kemudian dijadikan mata-mata tersebut sempat mendapat penolakan dari Ali Satroamidjojo. Melihat buku Total Bung Karno Karya Roso Daras, terdapat dialog perdebatan antara Bung Karno dan Ali.

“Sejatinya sangat memalukan kita merendahkan nama dan tujuan kita dengan memakai perempuan sundal kalau Bung Karno dapat memaafakan saya memaki nama itu. Ini sangat amat memalukan” Kata Ali dengan nada mengecam.

“Bung Karno kemudian menyergah karena tak terima. Kenapa? Mereka jadi orang revolusioner yang terbaik. Saya tidak mengerti pendirian Bung Ali yang Sempit!” balas Bung Karno

Ali lalu berkat, Ini melanggar susila!

“Apakah Bung Ali pernah menanyakan alasan mengapa saya mengumpulkan 670 orang perempuan lacur?” tanya Bung Karno.

“Sebabnya ialah karena saya menyadari bahwa saya tidak akan dapat maju tanpa suatu kekuatan. Saya memerlukan tenaga manusia, sekalipun tenaga perempuan. Bagi saya persoalannya bukan bermoral atau tidak bermoral. Tenaga yang ampuh, itulah satu-satunya yang kuperlukan,” ujar Bung Karno menjelaskan alasannya.

Namun Ali tetap dalam pendiriannya. Kemudian dia berkata, “Kita cukup mempunyai kekuatan tanpa mendidik wanita-wanita ini. PNI mempunyai cabang-cabang di seluruh Tanah Air dan semuanya ini berjalan tanpa anggota seperti ini. Hanya di Bandung kita melakukan hal semacam ini.”

“Dalam pekerjaan ini, maka gadis-gadis pelacur atau apapun nama yang akan diberikan kepadanya, mereka adalah orang-orang penting,” tegas Bung Karno. Dia bahkan memberikan penegasan. “Anggota lain dapat kulepas. Akan tetapi melepaskan perempuan lacur, tunggu dulu!” ungkap Bung Karno.

Bung Karno yang dikenal memiliki banyak referensi dan bahan untuk memperkuat argumen, kemudian mengambil kisah Madame de Pompadour sebagai contoh. De Pompadour merupakan seorang pelacur yang bisa memainkan peran politik yang penting. De Pompadour bahkan jadi salah satu selir Raja Louis XV antara tahun 1745 1750.

Kemudian Bung Karno memberikan kisah lainnya yang berkaitan dengan pelacur, yaitu Theroigne de Mericourt, pemimpin besar dari Perancis awal abad ke-19. Bung Karno menunjuk pula barisan roti di Versailles. “Siapakah yang memulainya? Perempuan-perempuan lacur,” jelas Bung Karno dengan mantap.

Mendengar penjelasan Bung Karno yang cukup kuat, Ali Sastroamidjojo kemudian nggak lagi menyergah, walaupun ekspresi wajahnya tak bisa dibohongi. Ia tampak belum bisa menerima sepenuhnya.

Itulah sekelumit cerita tentang andil PSK dalam membantu Bung Karno dan para pejuang lainnya merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah. Nyatanya, sedikit atau banyak, terserah deh bagaimana kamu menilainya, mereka tetaplah berjasa dan telah ikut meninggalkan jejak-jejak perjuangan dalam kemerdekaan.