Home relationship Jatuh Cinta Pada Dua Orang Atau Lebih, Apakah Wajar? Jawabannya Ada Disini
Jatuh Cinta Pada Dua Orang Atau Lebih, Apakah Wajar? Jawabannya Ada Disini

Jatuh Cinta Pada Dua Orang Atau Lebih, Apakah Wajar? Jawabannya Ada Disini

0

Jatuh cinta memang hal yang paling membahagiakan dalam hidup. Hanya membayangkan mau ketemu dengan doi saja jantung kita sudah berdebar-bedar. Apalagi kalau sudah bertemu dengannya, rasanya jantung dalam tubuh kita rasa-rasanya mau meledak.

Namun, apa jadinya jika anda bertemu dengan seseorang yang baru anda lihat kemudian langsung jatuh cinta? Padahal pada saat itu anda sudah memiliki pasangan? Dalam hal ini, apakah wajar jika kita mencintai dua orang sekaligus?

Kita sering menganggap bahwa rasa ketertarikan pada orang lain akan lenyap walau sudah memimiki pasangan. Nyatanya, ketertarikan merupakan insting alami manusia yang akan tetap ada.dd

Ini karena ketika kita melihat orang lain, otak akan mulai memproses informasi visual yang kita lihat dan membuat penilaian instan berdasarkan daya tarik seseorang.

Insting ini didasari oleh dorongan bawah sadar otak warisan manusia zaman purba yang menilai seks sebagai kegiatan biologis murni untuk berkembang biak, guna memastikan spesies kita bertahan hidup.

Itu sebabnya banyak pakar yang mengatakan bahwa mencintai dua orang atau lebih bukannya tidak mungkin. Ramani Durvasula, Ph.D., seeorang profesor psikologi asal UCLA bahkan mengumpamakan cinta segitiga sama halnya dengan es krim.

Es krim rasa cokelat dan stroberi rasanya berbeda, namun sama-sama enak. Tambah lebih nikmat kalau bisa dipadukan sekaligus, seperti rasa es krim Neapolitan. Tapi tentu urusan cinta tidak semudah memilih rasa es krim, bukan?

Kesempatan kali ini akan jadi pembahasan kami mengenai wajar atau tidaknya jika mencintai dua orang atau lebih sekaligus. Tanpa panjang lebar lagi langsung aja kita simak ulasannya di bawah ini yuk.

Apa itu Cinta Segitiga

ff

Cinta segitiga adalah sebuah hubungan romantis yang melibatkan tiga orang. Ketika seorang lelaki (A) mencintai seorang perempuan (B), namun perempuan tersebut juga menjalin cinta dengan seorang lelaki lain (C). Kira-kira seperti itulah pemahaman umum tentang cinta segitiga.

Tapi kami memandang ada sesuatu yang aneh jika hubungan seperti di atas itu dikatakan sebagai cinta segitiga. Sebab, jika hubungan di atas digambarkan dengan garis-garis hubungan tidak akan membentuk segitiga.

Melainkan hanya berupa garis lurus atau seperti seperti huruf V atau huruf V yang terbalik. Coba perhatikan keempat gambar di bawah ini. Tidak ada satu pun yang membentuk segitiga.

Cinta segitiga yang benar-benar membentuk bangun segitiga itu hanya akan terjadi jika di antara ketiga orang itu, A, B dan C, ada yang memeiliki kelainan seksual alias tertarik dengan sesama jenis.

Cinta Tidak Hanya Soal Perasaan, Bisa Juga Karena Hormon

g

Saat Anda jatuh cinta, Anda sedang berada di bawah pengaruh permainan hormon yang membuat Anda mengalami yang namanya “roller coaster emosi”. Dilansir dari Psychology Today, tim peneliti dari University of Pisa menemukan bahwa pada tahap awal dari hubungan romantis, aktivitas hormon adrenalin, dopamine, oksitosin, norepineprine dan phenylethylamine (PEA – amfetamin alami yang juga terdapat dalam cokelat dan ganja) bercampur aduk dan meningkat ketika muncul rasa saling ketertarikan antara dua insan atau lebih. PEA jugalah yang berperan memunculkan hasrat yang sangat mendalam untuk bersatu dengan kekasih Anda.

Uniknya, selama fase euforia, efek relaksasi yang Anda dapatkan dari hormon “mood baik” serotonin akan menurun dan tergantikan dengan obsesi terhadap hubungan Anda.

Sehingga bukannya tidak mungkin Anda jadi terus-terusan mengingat kembali kenangan romantis yang Anda habiskan bersamanya. Peningkatan hormon ini sepenuhnya merupakan hal yang alami dan di luar kuasa Anda.

Mencintai Diri Sendiri Apa Adanya

kkk

Seperti yang dilansir dari WomansHealth, ketika Anda benar-benar mencintai diri sendiri apa adanya, Anda akan lebih mudah terbuka dengan orang-orang baru di sekitar Anda.

Terutama ketika hidup Anda mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih positif, misalnya ketika sudah mendapat pekerjaan baru yang lebih mapan atau tubuh yang kini lebih sehat dan bugar setelah sukses menjalani gaya hidup sehat.

Di momen inilah, Anda bisa merasakan percikan-percikan rasa tertarik pada orang lain, bahkan kalau Anda sudah punya pasangan sekalipun. Kadang semakin Anda merasa nyaman dan bahagia dengan diri sendiri dari luar-dalam, semakin mudah Anda menerima keberadaan orang lain di hidup Anda sehingga bukannya tidak mungkin juga untuk jatuh cinta padanya.

Wajarkah Memiliki Dua Orang Sekaligus?

ll

Meski wajar, Anda tentu tidak bisa terus-terusan mencintai dua orang sekaligus. Tidak hanya lambat laun akan membuat Anda merasa stres sendiri, “menggantungkan” masa depan orang lain juga akan berdampak buruk pada kualitas hubungan Anda dengan orang-orang di sekitar.

Memang, tidak ada rumus tertentu yang bisa membuat Anda memantapkan hati untuk memilih yang mana. Namun, semua keputusan pada akhirnya akan kembali pada diri sendiri.

Sebelum menentukan pilihan, cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya Anda cari dan butuhkan dalam pasangan. Tipe orang yang seperti apa yang bisa Anda ajak untuk hidup bersama dan yakini perasaan Anda kalau orang tersebut memang pas untuk Anda labuhkan cinta. Jangan terburu-buru, biarkan alam menyeleksi mana yang paling baik untuk Anda.

Semua pilihan memang berisiko, namun jika logika dan hati saling bekerja sama untuk memilih, Anda pun bisa menghindari risiko terburuk dan hidup lebih bahagia.

Sekian dulu artikel kami mengenai cinta segitiga yang banyak terjadi dalam kehidupan manusia. Ingat, menjalin hubungan dengan seseorang memang bukanlah hal yang mudah. Kita harus belajar mengerti, memahami, percaya, setia dan perhatian antara satu sama lainnya.

Menjalankan hubungan bukan lagi suatu ikatan tanpa keseriusan. Ketika kita memutuskan berkomitmen dengan dia yang sudah kita pilih dan kita percaya, tentunya banyak pula hal yang akan kita rencanakan untuk masa depan berdua. Namun, ujian itu pasti selalu ada di setiap hubungan.