Home pengetahuan Tak Hanya Tubuh, Tahukah Anda Kalau Otak Juga Bisa Menua?
Tak Hanya Tubuh, Tahukah Anda Kalau Otak Juga Bisa Menua?

Tak Hanya Tubuh, Tahukah Anda Kalau Otak Juga Bisa Menua?

0

Setiap orang pada dasarnya akan mengalami yang namanya proses penuaan. Hal ini “pasti” terjadi. Hanya saja proses atau waktu penuaan tersebut antara orang yang satu dengan yang lainnya memang tidak sama.

Ada orang yang sudah berumur 50 tahun, tapi wajahnya masih tampak seperti masih berusia 30 tahun. Adapula yang masih berumur 20 tahun tapi tampak seperti sudah berumur 30  tahun.

Perbedaan ini disebabkan karena beberapa faktor. Bisa dari kebiasaan mereka, makanan yang dikonsumsi, olahraga dan sejumlah perawatan yang dilakukan atau masih banyak lagi faktor-faktor yang lainnya.

Tapi tahukah anda kalau ternyata tak hanya fisik manusia saja yang bisa menua? Seiring waktu otak manusia juga akan mengalami proses penuaan. Bedanya, anda tidak bisa melihat efek dari proses tersebut seperti halnya pada perubahan fisik, tapi anda bisa merasakannya.

Penuaan fisik biasanya bisa dideteksi dari kulit, keriput-keriput yang mulai bermunculan, warna rambut yang berbeda dan sebagainya. Bagaimana dengan otak? Apa yang bisa menjadi pertanda bahwa otak kita mulai menua?

Mengapa usia otak kita dapat menua seiring dengan bertambahnya usia? Dan adakah yang bisa kita lakukan untuk memperlambat proses tersebut? Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini berhasil menyelidiki pengaruh antara roda genetik yang ada di dalam mekanisme kompleks terhadap penurunan kognitif terkait usia. Dan beginilah hasilnya.

Penelitian Tentang Penuaan Yang Terjadi Pada Otak

brain-illustration-hovering-over-hand

Beberapa hari yang lalu kita telah membahas tentang penggunaan kapasitas otak 10 persen, kini pembahasan kita juga masih seputar otak dengan topik yang sedikit berbeda, yaitu mengenai proses penuaan dari otak itu sendiri

Seorang peneliti yang bekerja di Institut Babraham di Cambridge, Inggris yang bekerja sama dengan rekan-rekannya di Universitas Sapienza di Roma, Italia, baru-baru ini berhasil memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan yang banyak diajukan oleh orang-orang mengenai penuaan yang terjadi pada otak.

Dari studi yang mereka lakukan diketahui bahwa mereka semakin dekat dengan jawaban itu dan akan segera mengungkap misteri dari penuaan otak tersebut. Tentu saja, para ilmuwan ini sudah mengetahui beberapa hal tentang apa yang terjadi di dalam otak seiring dengan bertambahnya usia manusia.

Misalnya, diketahui bahwa neuron dan sel otak lainnya dapat memburuk bahkan mati, sebelum berganti dengan sel ataupun neuron yang baru. Proses ini difasilitasi atau dipengaruhi oleh jenis sel batang yang disebut sel induk atau Progenitor Nukleotida (NSPCs).

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sel-sel ini akan menjadi berkurang dan memiliki keterbatasan fungsional, yang pada akhirnya menyebabkan otak menghasilkan neuron dalam jumlah yang lebih sedikit.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan NSPCs dapat menua? Dan seperti apa tepatnya perubahan molekuler yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel induk ini?

Inilah pertanyaan yang masih dipertanyakan dan ingin dipecahkan (dicari tahu jawabannya) oleh para peneliti, yang dipimpin oleh Giuseppe Lupo, Emanuele Cacci dan Peter Rugg-Gunn.

Dan untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut, mereka mulai melihat dan meneliti seluruh genom tikus dan kini temuan mereka tersebut telah dipublikasikan di dalam jurnal Aging Cell.

Seiring bertambahnya umur, bukan hanya kebugaran tubuh saja yang berkurang tapi juga kemampuan berfikir kita. Banyak manula yang mengeluh menjadi pelupa atau menghadapi masalah pancaindera (penglihatan) seiring dengan pertambahan usia tersebut.

Sejauh ini para pakar meyakini, bahwa penurunan kemampuan fungsi otak mulai terjadi pada usia lanjut. Tapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebenarnya otak manusia sudah mengalami penyusutan volume sejak usia mereka mulai memasuki 18 tahun.

Jadi, jangan berpikir kalau anda yang masih muda-muda ini tidak mengalami proses penuaan otak dan belum tentu pula orang yang sudah tua memiliki otak yang juga tua. Mengertikan maksudnya?

Penuaan Otak Bisa Dilihat Dari Aktivitas Gen

Lupo bersama dengan rekannya mencoba melihat penuaan otak dengan membandingkan perubahan genetik pada NSPC tikus tua (yang berusia 18 bulan) dengan tikus muda (berumur 3 bulan).

Selama proses penelitian, mereka mengidentifikasi lebih dari 250 gen yang mengubah perilaku mereka dari waktu ke waktu, yang berarti bahwa gen ini cenderung menyebabkan kerusakan pada NSPC.

Suatu hari ketika mereka telah mempersempit pencarian mereka sampai pada 250 gen, para ilmuwan tersebut mendapati bahwa peningkatan aktivitas gen yang disebut Dbx2 tampaknya mengubah usia NSPC (sel induk).

Sejak menemukan kemungkinan tersebut, mereka melakukan tes in vivo dan in vitro, yang mengungkapkan bahwa mendorong aktivitas gen ini pada NSPCs muda akan membuat mereka berperilaku (menunjukkan reaksi) lebih seperti sel stem tua. Meningkatkan aktivitas Dbx2 dapat menghentikan NSPCs dari pertumbuhan atau perkembangan sel seminimal mungkin.

Sedangkan pada NSPCs yang lebih tua, para peneliti mengidentifikasi adanya perubahan pada tanda epigenetik yang dapat menjelaskan mengapa sel induk memburuk seiring berjalannya waktu.

Jika kita menganggap DNA kita sebagai alfabet, tanda epigenetik “seperti aksen dan tanda baca,” karena mereka “memberi tahu sel kita apa dan bagaimana membaca gennya.”

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menemukan bagaimana tanda-tanda ini ditempatkan secara berbeda di dalam genom dan seolah-olah “mengatakan atau menyuruh” NSPCs untuk tumbuh lebih lambat.

Percobaan Untuk Memperlambat Penuaan

Penulis penelitian menimbang seberapa pentingnya temuan mereka ini. Dari hasilnya tersebut, Lupo mengatakan bahwa gen dan regulator gen yang mereka identifikasi rusak pada sel induk saraf tikus yang lebih tua.

Dengan mempelajari gen Dbx2 ini mereka berhasil menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi bisa memberikan kontribusi pada proses penuaan di otak, dengan memperlambat pertumbuhan sel induk otak dan dengan mengaktifkan aktivitas gen terkait usia.

Peter Rugg-Gunn berharap bahwa temuan tersebut pada suatu waktu bisa memberikan pembalikan proses penuaan. Hal ini berhubungan dengan gerakan penuaan dan perpanjangan kehidupan.

Penuaan pada akhirnya akan mempengaruhi kita semua, termasuk beban sosial dan kesehatan serta penyakit Neurodegeneratif.

Setelah memahami bagaimana penuaan berperan penting dan mempengaruhi otak, yang dilakukan pada tikus, setidaknya dikedepannya para peneliti dapat mengidentifikasi cara untuk memperkirakan penurunan sel induk saraf.

Jika hal tersebut berhasil dilakukan, maka besar kemungkinan kalau kelak kita akan menemukan cara untuk memperlambat atau bahkan membalikkan kerusakan otak dan membantu lebih banyak dari kita untuk tetap gesit lebih lama bahkan di usia tua sekalipun.

Emanuele Cacci juga menggemakan sentimen atau persepsi yang sama, dengan mengatakan, “Kami telah berhasil mempercepat bagian proses penuaan pada sel induk saraf. Dengan mempelajari gen ini lebih dekat, sekarang kami berencana untuk mencoba memutar balikkan sel-sel tua. Jika kita bisa melakukan ini pada tikus, maka hal yang sama juga bisa terjadi pada manusia.”

Orang Tua Lebih Rentan Alami Penuaan Otak

Teori lain yang lebih baru lagi mengatakan bahwa proses yang dapat membuat otak kita menjadi lebih cepat menua adalah sel yang bernama Glia.

Glia sendiri merupakan sel-sel yang terdapat di otak yang terletak di sekitar Neuron dan memiliki banyak fungsi seperti membuat myelin, zat yang membungkus serat saraf dan memungkinkannya melakukan impuls.

Sel ini dapat berubah seiring bertambahnya usia dan kemungkinan memiliki dampak pada neuron atau jaringan. Jika teori ini benar, maka rahasia penuaan otak telah berhasil ditemukan, yaitu terletak pada glia.

Namun Glia adalah termasuk sel yang rentan terhadap peradangan. Mereka memproduksi beberapa zat (termasuk yang disebut sitokin) yang dalam keadaan tertentu dapat merusak otak.

Peradangan cenderung meningkat pada orang tua, karena sistem kekebalan tubuh mereka menjadi kurang efektif. Hal ini juga berhubungan dengan neuron yang sensitif terhadap peradangan.

Pada umumnya, orang tua lebih cenderung terkena diabetes dan memiliki hormon yang terkait dengan regulasi gula darah. Nah, gula inilah yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada otak. Sebelumnya telah diketahui bahwa diabetes tipe 2 merupakan faktor resiko untuk penyakit Alzheimer (penurunan daya ingat).

Jadi, jika ada kontrol gula darah yang kurang efektif, atau perubahan hormon (misalnya insulin) yang mengatur bagaimana otak menggunakannya, ini bisa menyebabkan penuaan pada otak. Obesitas juga bisa mengubah hormon yang sama dan telah dicurigai dapat mempercepat penuaan otak.

Tanda-Tanda Otak Menua Lebih Cepat

Penuaan otak semua orang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Tapi beberapa orang ada yang mulai menunjukkan tanda penuaan lebih awal dari yang lain.

Mengalami kehilangan ingatan di usia muda adalah indikator yang jelas bahwa ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi di otak anda, namun ada sejumlah tanda mengejutkan lainnya yang bisa menunjukkan bahwa otak anda menua lebih cepat dari seharusnya.

Selain faktor genetika, kebiasaan anda juga dapat berperan dalam seberapa cepat otak anda menua. Oleh karena itu, mengetahui tanda-tanda penuaan tersebut sejak dini dapat membantu anda mengambil langkah yang tepat untuk memperlambat prosesnya.

Apa sajakah tanda penuaan yang dimaksud tersebut? Berikut penjelasannya:

1. Kecemasan

Mungkin banyak di antara anda yang tidak pernah berpikir kalau ternyata mood memiliki kaitan dengan penuaan. Ketahuilah bahwa kecemasan sebenarnya bisa menjadi gejala awal dari penuaan otak. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan mengobati kecemasan dini akan membantu menyelesaikan masalah ini.

2. Kesulitan Dalam Memperhatikan Sesuatu

Salah satu tanda paling awal yang sering ditemukan sebelum timbulnya penyakit ingatan adalah kesulitan pada perhatian. Masalah pada memori jangka pendek adalah tanda yang paling umum dari penuaan otak yang lebih cepat, karena area kecil otak yang bertanggung jawab untuk tugas ini, yaitu hippocampus, cukup rentan terhadap kerusakan.

3. Kaku

Merasa lebih kaku dari biasanya? Otak anda kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Jika sebelumnya anda yang melakukan tugas dengan lancar kini menjadi tidak stabil atau ceroboh, ada kemungkinan otak serebelum anda mengalami atrofi.

Biasanya hal ini ada kaitannya dengan pengkonsumsian alkohol, yang diketahui dapat mempengaruhi otak bagian belakukan. Banyak orang yang mengkonsumsi alkohol menjadi tidak stabil.

4. Masalah Pada Penglihatan

Menurut Dr. Barry Sears, masalah penglihatan juga bisa menjadi indikator otak yang cepat menua. Kehilangan ketajaman penglihatan visual ini biasanya disebabkan oleh peradangan di retina dan saraf optik.

5. Berbicara Lambat

Jika anda memerlukan waktu yang lebih lama untuk menemukan jawaban cerdas atas pertanyaan yang diajukan oleh teman anda, ini mungkin menunjukkan adanya masalah yang timbul dari bagian otak anda yang bisa memahami kata-kata atau menghasilkan kata-kata.

Menurut Segil, hal ini mungkin ada kaitannya dengan atropi lobus temporal yang dapat menyebabkan masalah pemahaman dan atrofi lobus frontal yang dapat menyebabkan masalah pada mengekspresikan diri atau aphasia.

6. Gangguan Pendengaran

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders, ketika berbicara tentang penuaan, rasanya sulit untuk tidak memikirkan kehilangan pendengaran sebagai salah satu ciri-cirinya.

Gangguan pendengaran bisa terjadi bukan hanya akibat dari perubahan yang terjadi di telinga, tapi juga bisa diakibatkan oleh perubahan kompleks sepanjang jalur saraf dari telinga ke otak.

7. Gangguan Penciuman

Bermasalah dengan indera penciumanmu? Bisa jadi itu tanda telah terjadinya proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, kita akan kehilangan kemampuan kita untuk membedakan antara bau yang berbeda. Menurut Dr. Oz, Kehilangan rasa penciuman anda mungkin juga merupakan tanda peringatan dini Penyakit Parkinson.

Cara Alami Menunda Penuaan

refinedsugar

Nah, sekarang kita masuk ke pertanyaan yang paling penting dari semua pertanyaan yang ada, yaitu bisakah kita melakukan sesuatu untuk mengurangi atau menunda penuaan otak kita? Ternyata ada bukti yang mengatakan bahwa kita mungkin tidak bisa menghentikan penuaan yang terjadi, namun bisa menundanya.

Fakta pentingnya adalah bahwa ada banyak cara agar otak kita tidak cepat mengalami proses penuaan. Tidak menutup kemungkinan kalau di masa depan nanti akan ada pengobatan yang dapat mencegah otak menua.

Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menunda penuaan otak adalah dengan mengurangi asupan lemak jenuh dan gula rafinasi (gula hasil penyaringan). Cara ini dipercaya dapat memperlambat penuaan otak.

Peneliti juga mengatakan bahwa olahraga juga bisa sangat bermanfaat. Uji coba yang dilakukan pada seekor tikus yang berusia lebih tua yang disuruh untuk berjalan secara teratur mendapatkan hasil yang menunjukkan adanya peningkatan kognisi (hasil setelah dianalisis) dibandingkan dengan tikus yang hanya berdiam diri atau tidak menjalani aktivitas apapun.

Selain itu, anda juga bisa menunda penuaan dengan melakukan meditasi. Aktivitas ini diketahui sangat baik untuk kesehatan otak.

Para peneliti dari University of California at Los Angeles dan Australian National University menemukan sebuah fakta bahwa kondisi otak orang yang gemar bermeditasi memiliki tanda-tanda penuaan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah melakukan meditasi.

Sebuah studi serupa yang dilalukan pada tahun 2011 lalu juga menemukan, bahwa orang yang bermeditasi memiliki sedikit penyusutan sel di dalam otak. Penelitian tersebut juga melihat hubungan antara meditasi dan perawatan materi abu-abu, yaitu sebuah jaringan di mana proses kognisi berlangsung dan memori disimpan.

Penelitian ini menggunakan sekitar 100 orang partisipan yang terdiri dari 56 laki-laki, 44 perempuan dengan rentang usia 24 – 77 tahun. Sebanyak 50 orang telah bermeditasi selama kurang lebih 20 tahun, sementara 50 yang lain tidak pernah bermeditasi.

Setelah melewati proses pindai dengan teknologi fMRI, hasil yang didapat menunjukkan kalau orang yang gemar bermeditasi memiliki penurunan materi abu-abu yang lebih sedikit dibandingkan dengan mereka yang tidak bermeditasi.

Dr Florian Kuth, selaku penulis penelitian ini mengatakan kalau di dalam diri orang yang senang melakukan meditasi, tak ada hubungan signifikan antara kehilangan materi abu-abu pada otak dan usia. Tentu saja ini berbeda dengan asumsi banyak orang bahwa semakin tua umur, maka akan semakin tua pula volume otak.

Kesimpulan

Sebagai salah satu organ tubuh yang paling vital, otak memiliki fungsi yang tak terhitung jumlahnya. Karena itu, untuk menilai di usia berapa kinerja otak anda mencapai puncaknya, anda bisa melihat dari masing-masing fungsi tersebut.

Yang menjadi permasalahannya adalah terletak pada perkembangan otak manusia yang begitu rumit. Ada beberapa bagian otak yang masih terus berkembang, sementara ada bagian lain yang sudah terbentuk sempurna sejak kecil. Setiap bagian otak tentu bertanggung jawab untuk mengatur fungsi tertentu.

Layaknya usia manusia, otak kita juga mengalami penuaan. Dan karena hal tersebut, banyak peneliti kemudian melakukan uji coba terhadap hewan demi mendapatkan hasil yang memuaskan atas pertanyaan yang menyangkut penyebab otak yang ikut menua bersamaan dengan bertambahnya usia seseorang.

Peter Rugg-Gunn adalah salah satunya. Dia mengatakan bahwa penuaan otak pada akhirnya akan mempengaruhi hidup kita, terutama dalam hal kesehatan.

Setelah memahami bagaimana penuaan berperan penting dan mempengaruhi otak, dikedepannya para peneliti berharap dapat mengidentifikasi cara untuk memperkirakan penurunan sel induk saraf.

Dan jika hal tersebut berhasil, maka kita mungkin akan segera menemukan cara untuk memperlambat atau mencegah terjadinya kerusakan otak serta membantu kita untuk tetap gesit lebih lama hingga di usia tua.

Teori lain yang lebih baru lagi mengatakan bahwa proses yang dapat membuat otak kita lebih cepat menua adala sel yang bernama Glia.

Glia sendiri merupakan sel-sel di otak yang terletak di sekitar Neuron yang memiliki banyak fungsi, seperti membuat myelin, yaitu zat yang membungkus serat saraf dan memungkinkannya untuk melakukan impuls.

Sel ini dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia, yang kemungkinan akan memiliki dampak pada neuron atau jaringan yang ada di otak.

Jika hal tersebut memang terbukti benar, maka bisa dipastikan kalau rahasia penuaan otak sesungguhnya terletak pada glia. Namun sayangnya sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menmbuktikan kebenarannya. Alhasil, penyebab pasti dari penuaan otak masih belum diketahui hingga sekarang.

So, inti dari artikel kami kali ini adalah untuk memberitahu anda bahwasannya penuaan otak tidak bergantung pada seberapa muda atau tua umur anda, karena penuaan otak tidak hanya terjadi pada orang-orang yang sudah berumur, melainkan bisa terjadi kepada siapa saja.

Dan untuk mengantisipasi penuaan tersebut, ada beberapa hal yang perlu anda lakukan, yaitu mengetahui ciri-ciri dari penuaan itu sendiri, kemudian menemukan cara tepat untuk menundanya. Anda tidak mau kan di usia anda yang masih muda ini anda malah memiliki otak yang sudah tua? Kalau anda tidak mau hal tersebut anda pasti tahu apa yang harus anda lakukan.