Home Kesehatan Ternyata, Depresi Dan Gila Itu Hampir Sama Penyebabnya
Ternyata, Depresi Dan Gila Itu Hampir Sama Penyebabnya

Ternyata, Depresi Dan Gila Itu Hampir Sama Penyebabnya

0

Kamu pasti sering melihat orang gila dijalan atau dirumah sakit khusus kejiwaan. Bagaimana dengan orang depresi? Apa kamu juga sering melihatnya? Pasti sering kan! Yups, kali ini yang akan jadi pembahasan gue adalah tentang depresi dan gila yang katanya hampir sama. Cuma penulisan kata aja yang beda. Salah besar! Jadi, bagaimana seh cara membedakan depresi dan gila itu? Untuk lebih jelasnya, baca artikel gue ya.

Pengertian Depresi

depresi

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya, maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi Mayor.

Beberapa gejala Gangguan Depresi Mayor adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas dan gangguan pola tidur. Depresi juga merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Gejala-Gejala Yang Menandakan Depresi

gejala depresi

Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi.

  • Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
  • Merasa bersedih secara berkepanjangan.
  • Mudah merasa cemas.
  • Merasa hidup tidak ada harapan.
  • Mudah menangis.
  • Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
  • Tidak percaya diri.
  • Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
  • Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
  • Niat untuk bunuh diri.

Faktor Penyebab Depresi

penyebab depresi

Tidak ada satu pun penyebab deperesi secara khusus. Depresi bisa diakibatkan oleh beberpa faktor seperti genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika dalam keluarga kamu ada orang yang menderita depresi, maka sifat ini juga akan dialami oleh kamu atau keluarga yang lain. Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain.

  • Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
  • Kehamilan atau melahirkan.
  • Masalah keuangan.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Trauma masa kecil.
  • Ketergantungan terhadap narkoba atau alkohol.

Pengertian Gila

gila

Orang gila atau sakit jiwa adalah seseorang yang mengalami gangguan pada kesehatan jiwanya dan hal ini dapat dikarenakan banyak hal. Kondisi kejiwaan yang terganggu dapat timbul secara tiba-tiba, namun jangan salah, faktor bawaan lahir pun memungkinkan terjadinya ini.

Penyebab Orang Menjadi Gila

sampul

Gila merupakan penyakit mental yang kompleks dan tak ada satu penyebab utama yang ditemukan. Namun, ada beberapa teori yang menyebabkan terjadinya. Berikut adalah beberapa teori mengenai kegilaan.

  • Keturunan
  • Bahan kimia dalam otak.
  • Pengidap skizofrenia (gila) sangat sensitif pada zat kimia dalam otak atau terlalu banyak memproduksi zat dopamin yang menimbulkan kesenangan sehingga sering terlihat seperti tertawa sendiri.
  • Gangguan dalam otak
  • Semakin berkembangnya teknologi, peneliti menemukan struktur otak dan fungsinya pada penderita gila memiliki kelainan yang tipis dalam struktur otak. Kelainan ini termasuk adanya sedikit pelebaran ventrikel di otak dan adanya beberapa bagian di otak yang berukuran lebih kecil.
  • Komplikasi selama masa kehamilan dan kelahiran

Beberapa peneliti percaya bahwa infeksi atau malnutrisi selama kehamilan atau karena komplikasi selama kelahiran bisa meningkatkan resiko kegilaan pada anak tersebut ketika ia beranjak dewasa.

Penanganan Terhadap Kegilaan

penanganan

Karena proses dan gejala skizofrenia (gila) itu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, penanganannya pun harus ditentukan berdasarkan keputusan seseorang yang mengalaminya.
Skizofrenia (gila) tidak dapat diobati, tetapi dapat dikendalikan secara efektif pada banyak orang. Adapun cara penanganannya antara lain sebagai berikut.

  • Pengobatan antipsikotik
  • Pengobatan Atypical
  • Pengobatan lainnya (seperti penggunaan antidepressan, obat anti kecemasan, lithium, dan sebagainya)
  • Electroconvulsive (shock) theraphy
  • Psikoterapi
  • Dukungan keluarga
  • Rehabilitasi

Perbedaan Depresi dan Gila

Sepintas perilaku depresi dan gila sama-sama menarik diri dari lingkungannya. Jangan salah, depresi dan gila jauh berbeda. Depresi bisa sembuh meski kadang bisa kambuh, sedangkan kegilaan masih sulit di obati.

Merasa murung dari waktu ke waktu adalah bagian normal dari kehidupan. Namun ketika kehampaan dan keputusasaan mengambil alih dan tak mau menghilang, ini mungkin saja depresi. Ketika seseorang menarik diri dari lingkungan sekitarnya, sering dikatakan hal itu menandakan ciri-ciri seseorang gila.

Belum ada angka yang lebih mutakhir dari riset ini, namun menurut tren global seperti ramalan WHO, jumlah penderita sakit mental akan terus meningkat hingga mencapai 450 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2013. Di Indonesia, peningkatan jumlah penderita tidak terasa mengalami lonjakan drastis karena hingga kini masih banyak orang yang buta tentang penyakit ini ketimbang mereka yang paham.

Gimana guys, udah sedikt tahu kan cara membedakan depresi dan gila. Walau penyakit ini hampir sama dan agak sulit untuk dibedakan. Tapi, setelah melihat artikel di atas, semoga kalian sedikit tahu cara untuk membedakannya. Tetap sehat, tetap semangat dan tetap terus ikuti artikel gue yang berikutnya ya. Terima kasih