Home Kesehatan Siapa Dari Kamu Yang Malas Olahraga? Bisa Jadi Kamu Mengidap Penyakit Ini
Siapa Dari Kamu Yang Malas Olahraga? Bisa Jadi Kamu Mengidap Penyakit Ini

Siapa Dari Kamu Yang Malas Olahraga? Bisa Jadi Kamu Mengidap Penyakit Ini

0

Hallo guys, Kita tentu kerap mendengar orang yang bercanda dengan berkata bahwa mereka alergi dengan olahraga sehingga malas untuk melakukannya. Namun, menurut pakar kesehatan, alergi olahraga ternyata memang benar-benar ada dan cukup banyak orang yang terkena alergi yang cukup unik ini.

Padahal, kalau dilihat dari fisiknya mereka masih mampu untuk berolahraga. Bagi mereka yang alergi dengan olahraga namun memaksakan diri untuk melakukan aktifitas fisik, maka ia bisa mengalami gatal-gatal, kulit kemerahan dan juga ruam-ruam pada kulit. Hal ini terjadi karena di dalam tubuh terjadi peningkatan zat kimia yang bernama histamin saat memaksakan diri untuk berolahraga.

Tak hanya karena peningkatan zat kimia histamine, pembuluh darah kapiler juga cenderung melebar dengan signifikan sehingga terjadi kebocoran cairan pada dermis kulit yang menyebabkan gejala alergi ini muncul. Wah, apa itu alergi olahraga dan kenapa bisa terjadi pada manusia? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu alergi olahraga ?

d.

Alergi olahraga ini dalam istilah dunia kedokteran memiliki nama yaitu Exercise Induced Anaphylaxis atau disigkat EIA. Kondisi seperti ini adalah salah satu jenis alergi yang sangat jarang sekali terjadi pada kebayakan orang. Reaksi dari alergi anafilaktik tergolong ekstrem lho dan sangat serius.

Pada prinsipnya, ketika seseorang mengalami alergi olahraga ini, gejalanya akan muncul pada satu titik lokasi di tubuh. Namun, pada kasus alergi anafilaktik (alergi yang mengancam nyawa penderitanya), gejala yang ditimbulkan akan muncul di beberapa lkasi tubuh secara bersamaan guys.

Kasus EIA ini bukanlah kasus baru di dunia kesehatan dan olahraga, melainkan sudah tercatat sejak lebih dari 30 tahun lalu. Ada beberapa aktivitas fisik yang pernah diteliti memiliki hubungan dengan EIA, yakni jogging, jalan cepat, bersepeda, ski, sepak bola dan aktivitas aerobik lainnya .

Serangan alergi ini tidak selalu terjadi pada jenis dan intensitas aktivitas fisik yang sama. Ada faktor lingkungan yang memengaruhi misalnya kelembaban udara, perubahan musim dan perubahan hormon dalam tubuh bisa menentukan akan terjadinya serangan tersebut atau tidak.

Apa Saja Gejala Alergi yang Muncul?

2

Berdasarkan penelitian dalam Current Allergy and Asthma Reports, gejala tersebut bisa muncul berdasarkan empat tahapan yang dapat dibedakan, antara lain sebagai berikut:

  • Tahap prodromal
  • Tahap awal
  • Tahap berkembang sepenuhnya
  • Tahap akhir
  • Pada tahap prodromal biasanya orang tersebut merasakan lelah dan mulai ada rasa gatal-gatal di bagian tubuh tertentu. Selanjutnya pada tahap awal muncul biduran atau terkadang pembengkakan di bawah kulit karena reaksi alergi.

Jika pada tahap awal reaksi tersebut masih berkembang, masuk ke tahap selanjutnya yakni timbul gejala terkait saluran pencernaan seperti sakit perut, mual, dan muntah. Selain itu, terdapat juga gejala pada pernapasan seperti penyumbatan saluran pernapasan, sesak napas, dan napas berbunyi lirih seperti siulan.

Pada beberapa kasus, di tahap ketiga ini bisa muncul tanda lebih parah bahkan hingga muncul gejala gangguan jantung hingga kehilangan kesadaran (pingsan). Selanjutnya, pada tahap akhir biasanya akan terjadi sakit kepala dan rasa kelelahan yang tidak hilang-hilang bisa hingga 72 jam ke depan sejak gejala pertama muncul.

Menurut jurnal berjudul American Family Physician, gejala alergi berolahraga cukup sering terjadi pada mereka yang melakukan jogging. Selain itu, hal ini juga bisa muncul karena berolahraga setelah mengkonsumsi makanan tertentu, minuman beralkohol, atau obat asipirin. Beberapa wanita yang sedang mengalami menstruasi namun berolahraga juga pernah mengalami alergi yang sama.

Apakah Alergi ini Terjadi saat Berolahraga Saja?

3

Bagaimana alergi olahraga terjadi sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, kondisinya berbeda-beda pada setiap orang yang mengalaminya. Tidak selalu alergi ini muncul karena reaksi terhadap olahraga saja. Menurut penelitian, munculnya EIA ini memerlukan faktor lain sebelum olahraga.

Contohnya pada suatu makanan tertentu, non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) yang dikonsumsi 24 jam sebelum olahraga, lingkungan ekstrem, alkohol dan serbuk sari dari bunga dalam jumlah besar.

Antara 30 sampai 50 persen kasus alergi langka ini memiliki faktor yang bergantung pada makanan atau bisa disebut dengan food dependent exercise induced anaphylaxis (FDEIA). Pada kasus FDEIA, makanan yang dikonsumsi biasanya dimakan setidaknya enam jam sebelum olahraga seperti produk terigu atau gandum, kacang, seledri, dan makanan laut.

Lalu Apa yang Bisa Dilakukan Kalau Punya Alergi Ini?

4

Bila anda curiga kalau anda punya jenis alergi ini, segera periksa ke dokter untuk memastikan anda tidak punya kondisi berbahaya lainnya. Penanganan yang diberikan pada kasus EIA biasanya terdiri dari suntik epinefrin, infus, oksigen, antihistamin dan penanganan jalur napas.

Sangat penting untuk menghentikan secepat mungkin latihan atau olahraga ketika gejala muncul. Bagi orang yang pernah mengalami hal ini, program latihan selanjutnya harus dimodifikasi dengan menurunkan intensitas dan durasi untuk mencegah gejala muncul lagi, bahkan semakin buruk.

Selain itu, orang yang memiliki riwayat EIA yang dipengaruhi oleh makanan, harus menghindari makan 4-6 jam sebelum olahraga dan latihan harus bersama dengan pendamping. Anda juga sebaiknya selalu membawa alat suntik epinefrin khusus yang telah diberikan oleh dokter.

Demikian lah info pada artikel ini tentang alergi terhadap olahraga. Jadi, kalau ada salah satu teman atau saudara kamu malas untuk olahraga bisa jadi mereka menderika penyakit ini. Sekian dan terima kasih telah membaca artikel ini