Home Kesehatan Sering Mengalami Keringat Dingin, Bisa Jadi Anda Mengidap Penyakit Ini
Sering Mengalami Keringat Dingin, Bisa Jadi Anda Mengidap Penyakit Ini

Sering Mengalami Keringat Dingin, Bisa Jadi Anda Mengidap Penyakit Ini

0

Saat cuaca sangat terik, secara otomatis tubuh kita akan mengeluarkan keringat. Hal ini disebabkan karena pada saat udara panas, suhu tubuh tentunya akan ikut meningkat.

Dan untuk menurunkan suhu tersebut, maka tubuh akan mengeluarkan air leweat pori-pori kulit yang disertai dengan panas tubuh (keringat), untuk menurunkan suhu tubuh sekaligus mehgeluarkan zat-zat sisa.

Bukan hanya cuaca panas saja yang menjadi penyebab kita bisa berkeringat, masih banyak hal lainnya yang juga bisa menyebabkan pengeluaran keringat ini, seperti misalnya pada saat demam.

Saat dalam kondisi demam, volume keringat yang keluar dari tubuh kita akam menjadi jauh lebih banyak dibandingkan dengan hari-hari biasa saat sedang dalam kondisi yang sehat.

Berkeringat ketika sedang demam ini merupakan salah satu cara tubuh untuk membangunkan sistem imun yang bertugas untuk melawan patogen yang membuat kita sakit.

“Pengeluaran keringat merupakan cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri”, kata Christian Nix, yang merupakan seorang ahli pengobatan tradisional China.

Penyebab lain yang juga diketahui bisa mengakibatkan seseorang berkeringat adalah berkaitan dengan jenis aktivitas yang dilakukan. Saat melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan yang membutuhkan tenaga yang ekstra, keringat juga akan keluar dari dalam tubuh. Misalnya saja saat sedang berolahraga atau melakukan kegiatan lainnya.

Selain itu, hal yang sama juga akan terjadi pada seseorang saat diperhadapkan dalam situasi tertentu, yang menyebabkan mereka merasa gugup ataupun pada saat suasana hati seseorang sedang dalam kondisi yang tidak karuan. Anda mungkin pernah mengalaminya, kan?

Tapi terlepas dari alasan di atas, ada sesuatu yang lain yang tak kalah menarik, yang juga ada kaitannya dengan fenomena ini. keringat juga bisa muncul lho saat kita sedang berada di udara yang dingin atau ber-AC. Kenapa bisa begitu? Anda pasti penasarankan? Nah, untuk fenomena seperti ini biasanya dikenal dengan istilah keringat dingin.

Kondisi seperti ini memang cukup umum terjadi pada siapa saja, hampir setiap orang pernah mengalaminya, termasuk juga anda. Namun, hal seperti ini tidak bisa anda anggap sepele apalagi jika keringat dingin yang anda alami tersebut disertai dengan gejala lain yang mungkin berlangsung untuk waktu yang cukup lama.

Adanya gejala lain yang disertai dengan keringat dingin ini bisa jadi pertanda anda mengidap penyakit tertentu, yang mungkin saja belum anda ketahui.

Lantas, masalah kesehatan yang seperti apa ya yang mungkin terjadi pada tubuh? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak baik-baik artikel yang kami sajikan mengenai keringat dingin yang berikut ini.

Apa Sih Yang Dimaksud Dengan Keringat Dingin?

3-58-768x512

Setiap manusia yang sehat umumnya akan mengeluarkan keringat. Tapi lain halnya jika yang terjadi adalah keringat dingin. Hal ini kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan seseorang.

Keringat dingin merupakan suatu keadaan dimana seseorang yang mengalaminya akan merasakan kulit mereka menjadi lebih lembab dan dingin. Keringat dingin ini sering dirasakan pada bagian tubuh seperti tangan, lengan bawah dan kaki.

Di dalam dunia kedokteran, fenomena keringat dingin ini dikenal dengan istilah Diaphoresis, dimana biasanya ditandai dengan tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan.

Sebenarnya, keringat yang keluar dari badan kita ini berfungsi untuk mendinginkan badan. Berkeringat merupakan bisa dibilang sebagai salah satu hal yang biasa terjadi ketika kita sedang berada di lingkungan yang hangat atau setelah selesai melakukan aktivitas tertentu.

Berdasarkan data hasil sebuah penelitian, diketahui bahwa rata-rata orang memiliki 2 sampai 4 juta kelenjar keringat.

Jenis-Jenis Keringat

4-48

Secara umum, keringat dibedakan menjadi 2 jenis. Pembagian ini didasarkan pada tempat dimana keringat tersebut keluar dan juga fungsi dari keringat itu sendiri.

Jadi dengan kata lain, pada dasarnya setiap keringat yang keluar dalam tubuh tidaklah sama. Perbedaan inilah yang sering dijadikan sebagai analisis oleh para peneliti, dengan tujuan untuk mengetahui apa penyebab keluarnya keringat tersebut.

Daripada anda penasaran, langsung saja lihat dan baca penjelasan mengenai jenis-jenis keringat yang kami sajikan di bawah ini:

  • Eccrine : Keringat yang biasanya ditemukan diseluruh bagian tubuh, yang berfungsi untuk membantu mengendalikan suhu tubuh kita.
  • Apokrin : Jenis keringat ini biasanya berada di tempat-tempat tertentu seperti pada pangkal paha dan ketiak.

Untuk jenis keringat yang dihasilkan oleh kelenjar Eccrine tersebut, kebanyakan adalah air yang membantu mendinginkan tubuh. Sementara, untuk jenis apokrin, biasanya keluar karena dipicu oleh panas.

Kelenjar ini biasanya aktif saat terjadi perubahan hormon di dalam tubuh. Itulah sebabnya mengapa di dalam hal ini kedua jenis kelenjar ini akan memainkan peranan yang penting dalam pembentukan keringat dingin.

Penyebab Keluarnya Keringat Dingin

5-40

Segala sesuatu yang muncul pasti memiliki sebab akibat. Yah, sama seperti yang terjadi pada proses kemunculan keringat dingin yang dibahas di dalam artikel ini.

Ada cukup banyak penyebab yang bisa dikaitkan dengan munculnya keringat dingin ini, yang diantaranya adalah disebabkan oleh faktor utama seperti stres, kecemasan, kepanikan mental dan juga emosional yang dialami oleh seseorang.

Dan yang parahnya lagi, fenomena ini ternyata juga bisa diakibatkan oleh keberadaan penyakit tertentu, yaitu serangan jantung atau sebagai semacam reaksi alergi yang parah.

Meski penyebab utamanya sudah disebutkan di atas, namun ada penyebab lainnya yang juga perlu anda ketahui, yaitu perubahan fungsi jantung dan tekanan darah, yang meliputi:

Serangan jantung atau angina pektoris (nyeri dada) : Angina pektoris atau yang sering disebut angin duduk adalah nyeri dada akibat kurangnya darah dan oksigen yang menuju jantung.

Ini bisa menjadi gejala penyakit arteri koroner, atau aterosklerosis di mana terjadi penumpukan kolesterol dan lemak (plak) di dalam arteri koroner jantung.

Angina juga dapat disebabkan oleh kejang otot di area arteri koroner. Angina tidak stabil membuat dada terasa nyeri tiba‐tiba. Biasanya nyeri dada yang muncul tidak dapat diprediksi, bisa terjadi saat Anda sedang santai dan belum tentu hilang saat beristirahat atau minum obat. Angina tidak stabil adalah penyakit serius yang harus segera ditangani.

Perdarahan internal : Pendarahan internal dapat terjadi pada jaringan, organ, atau rongga-rongga dalam tubuh seperti kepala, tulang belakang dan perut.

Bagian tubuh lainnya yang memungkinkan adalah mata dan jaringan yang menghubungan jantung, otot dan persendian. Pendarahan internal lebih sulit dideteksi dibandingkan pendarahan luar.

Pendarahan dalam biasanya baru diketahui setelah berjam-jam dan gejalanya baru terasa jika darah sudah berkurang secara drastis atau adanya penggumpalan atau pembekuan darah yang menghambat fungsi organ.

Kadar oksigen darah yang rendah : Darah rendah akibat kadar oksigen yang berkurang ini biasanya disebut dengan Hipoksemia yang menyebabkan kadar oksigen dalam jaringan tubuh menjadi rendah atau disebut dengan Hipoksia, di mana darah tidak dapat membawa cukup oksigen yang diperlukan oleh tubuh.

Dikatakan Hipoksemia, bila kadar oksigen dalam pembuluh darah arteri kurang dari 80 mmHg. Hipoksemia dapat mengganggu fungsi normal tubuh, termasuk fungsi otak, hati, jantung dan organ lainnya.

Hipogiklemia (gula darah rendah), terutama bila disebabkan oleh reaksi insulin : Jika jumlah insulin terlalu banyak, otomatis kadar gula darah akan menurun.

Itu sebabnya hipoglikemia banyak dialami oleh penderita diabetes karena mereka sering menggunakan insulin atau obat-obatan pemicu produksi insulin guna menurunkan kadar gula di darah mereka.

Namun bukan hanya insulin saja, terdapat beberapa faktor lainnya seperti pola makan yang buruk dan olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan hipoglikemia.

Hipotensi (tekanan darah rendah) : Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.

Keringat Dingin Sebagai Pertanda Kondisi atau Penyakit

8-21

Seperti yang telah dijelaskan tadi di atas, berkeringat merupakan sebuah fenomena yang lazim terjadi pada setiap orang. Yang menjadikannya tidak lazim adalah jika keringat tersebut disertai dengan berbagai gejala tertentu, seperti misalnya berkeringat yang disertai dengan tubuh yang mendadak menjadi lemas, rasa pusing, mual dan lain sebagainya.

Jika anda mengalami salah satu gejala di atas, ada kemungkinan kalau anda sedang mengalami penyakit tertentu.  Contohnya saja keringat yang disertai dengan tubuh yang terasa lemas bisa menjadi pertanda anda sedang mengalami heat stroke.

Kondisi umum dan gangguan emosional lainnya yang juga dapat menyebabkan keringat dingin antara lain:

  • Anafilaksis (reaksi alergi parah yang mengancam nyawa)
  • Demam
  • Heat exhaustion
  • Hiperhidrosis (keringat berlebih)
  • Infeksi dan penyakit menular, seperti pneumonia, tuberkulosis, peritonitis (infeksi selaput yang mengelilingi perut) dan Pielonefritis (infeksi ginjal)
  • Batu ginjal
  • Menopause
  • Nyeri berat
  • Stres, kecemasan dan gangguan kecemasan, seperti serangan panik
  • Toxic shock syndrome

Gejala Keringat Dingin Sebagai Pertanda Penyakit

6-29

Untuk sebagian orang, keringat dingin seringkali disertai dengan gejala yang bermacam-macam tergantung pada penyakit atau kondisi yang mendasarinya. Adapun gejala yang sering menyertai keringat dingin tersebut antara lain:

  • Denyut jantung lebih cepat
  • Napas lebih cepat dan dangkal
  • Berkurangnya aliran darah ke sistem pencernaan, menyebabkan kurang air liur dan mulut kering
  • Pelepasan endorfin
  • Pembukaan kelenjar keringat

Terkadang keringat dingin yang keluar dari tubuh ini berbeda dari keringat biasa, karena tidak berkembang sebagai bagian dari respons pendinginan tubuh.

Untuk mereka yang berkeringat dingin, biasanya mereka memiliki kulit yang lembap dan sejuk. Tidak jarang pula diantaranya yang akan merasa kedinginan. Selain itu, terkadang kulit juga menjadi tampak pucat atau berbeda dari biasanya.

Cara Mengatasi Keringat Dingin

7-23-768x512

Ketika anda mengalami keringat dingin yang mungkin dipicu oleh stres atau tegang, maka bisa diatasi dengan cara-cara yang dapat dilakukan di rumah.

Akan tetapi, jika keadaan atau kondisi ini menjadi semakin parah, berarti anda  membutuhkan pengobatan dari dokter. Untuk itu, jika terjadi demikian, cobalah untuk mengkonsultasikannya dengan dokter terlebih dahulu.

Selain membicarakannya dengan dokter anda, ada beberapa cara yang dapat anda lakukan, yaitu:

  • Memperbaiki pola makan

Cara pertama untuk mengatasi masalah berkeringat dingin ini adalah dengan mengupayakan untuk mengkonsumsi atau memakan makanan yang tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, serta batasi asupan makanan tinggi gula sebelum tidur. Jika level gula yang masuk ke dalam tubuh anda rendah, jangan lewatkan waktu makan atau bagilah menjadi beberapa porsi dalam sehari.

  • Minimalisasi ketidaknyamanan dalam kamar

Pilihlah tirai yang berwarna gelap untuk menutupi jendela, serta singkirkan benda-benda yang bisa memancarkan cahaya, seperti komputer, lampu, atau televisi agar terhindar dari polusi cahaya. Saat tidur, gunakan pakaian yang longgar dan nyaman. Selain itu, aturlah suhu kamar anda menjadi suhu yang sejuk.

  • Buat diri anda menjadi lebih aktif

Lakukan olah napas atau kegiatan olahraga yang bermanfaat, seperti yoga atau jogging yang bisa membantu anda untuk lebih rileks. Bila perlu, lakukan kegiatan lainnya yang dapat mengalihkan pikiran anda dari sesuatu yang berpotensi untuk membuat anda menjadi stress, seperti misalnya dengan membaca atau bermain puzzle, yang bertujuan membatu anda untuk tidak mengindahkan kekhawatiran atau pikiran negatif.

  • Mengkonsumsi obat yang sesuai dengan kondisi tubuh

Selalu konsultasikan kondisi anda dengan dokter, sehingga mereka bisa memberikan terapi dan obat-obatan yang tepat untuk mengatasi keluhan keringat dingin yang anda rasakan.

Pada kasus tertentu, keringat dingin bisa menjadi indikasi penyakit dan bahkan keadaan darurat yang mengancam jiwa. Segera periksa ke dokter jika keringat dingin yang muncul diiringi dengan demam tinggi, kejang dan kuku menjadi pucat atau membiru, serta muntah atau buang air besar berdarah.

Selain itu waspadai juga jika detak jantung tidak teratur, tenggorokan terasa tercekat dan sulit bernapas. Nyeri pada dada, punggung atas, rahang, bahu, atau lengan juga merupakan tanda-tanda yang harus diwaspadai.

Kesimpulan

Meskipun terbilang biasa, berkeringat juga bisa menimbulkan kekhawatiran, terutama jika disertai dengan berbagai gejala lainnya. Salah satu kondisi yang perlu anda perhatikan adalah pada saat anda mengalami keringat dingin.

Dalam beberapa kasus, keringat dingin merupakan sebuah fenomena tubuh yang wajar terjadi ketika seseorang tengah merasa gugup, kepanasan dan sebagainya. Namun, anda tidak boleh menganggapnya sepele.

Tahukah anda kalau keringat dingin bisa menjadi pertanda kesehatan anda? Ya, keringat dingin bisa menjadi tanda keberadaan kondisi tubuh yang tidak baik, seperti misalnya ebagai tanda dari penyakit jantung.

Jadi, mulai saat ini anda harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan anda. Sesederhana apapun tandanya, anda tetap perlu berhati-hati dan mengkonsultasikannya dengan dokter jika anda menemukan sesuatu yang tidak wajar, terutama ketika anda sedang berkeringat.

Itulah tadi informasi yang bisa kami sampaikan, semoga setelah membaca artikel ini anda bisa lebih bijak dalam menjaga kesehatan tubuh anda. Terima kasih.