Home Kesehatan Memiliki Bahaya Yang Sama, Inilah Pengganti Gula Yang Baik Untuk Kesehatan
Memiliki Bahaya Yang Sama, Inilah Pengganti Gula Yang Baik Untuk Kesehatan

Memiliki Bahaya Yang Sama, Inilah Pengganti Gula Yang Baik Untuk Kesehatan

0

Hampir setiap hari kita selalu mengkomsumsi yang namanya gula. Apalagi saat kita sedang menikmati secangkir kopi atau teh di pagi hari merupakan salah satu budaya orang Indonesia yang sudah mendarah daging. Penambahan gula pada kedua minuman ini memang wajib diberikan agar rasa pada teh dan kopi semakin nikmat.

Apalagi untuk saat ini, posisi gula pasir jarang sekali digunakan khususnya di cafe-cafe minuman, mereka lebih sering memakai gula batu sebagai pengganti gula pasir.

Selain lebih praktis dan lebih nikmat, gula batu juga dikatakan lebih menyehatkan daripada gula pasir. Tak hanya pada minuman, pemakai gula juga sering digunakan untuk makanan. Kita bisa lihat sendiri pada aneka makanan ringan dan minuman tradisional yang di jual dijalanan atau di tempat objek-objek wisata. Hampir semua makanan dan minuman khas tersebut memakai gula untuk membuat makanan menjadi lebih nikmat.

n

Apalagi dengan terdaftarnya gula sebagai salah satu bahan dari daftar sembako Indonesia membuat kita semakin tidak bisa lepas dari yang namanya gula. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, tubuh yang kelebihan gula dapat menyebabkan diabetes atau bahkan obesitas.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apakah benar gula batu itu lebih baik daripada gula pasir? Benarkah demikian? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini yuk.

Apakah gula batu lebih sehat dari gula pasir?

Bicara soal aman atau tidaknya gula batu, dari bahan yang dikandungnya aja kita sudah tahu kalau gula batu berasal dari gula pasir. Gula yang bentuknya seperti batu ini, didapatkan dari proses kristalisasi larutan gula cair. Bahan yang digunakan untuk membentuk gula batu merupakan larutan gula cair jenuh.

Larutan tersebut kemudian dikristalisasi sehingga kemudian menghasilkan gula yang keras layaknya batu. Proses ini hanya mengubah bentuknya, tapi tidak sampai mengubah kandungannya. Kalaupun ada perbedaan kandungan gula, selisihnya hanya 0,21%.

b

Dalam 100 gram gula pasir misalnya, terdapat karbohidrat sebanyak 99,98 gram. Sementara dalam 100 gram gula batu, karbohidratnya ada dalam jumlah 99,70 gram. Melihat angka yang tidak jauh berbeda tersebut, terbukti bahwa gula batu tidak lebih sehat dari pada gula pasir.

Jika ingin dibandingkan mana yang lebih sehat untuk penderita diabetes, keduanya masih berbahaya jika dikonsumsi dengan takaran banyak dan masih dibutuhkan penelitian serta bukti akurat lebih lanjutnya.

Jadi, gula batu sama saja bahayanya dengan gula pasir

Sebagaimana yang sudah disarankan oleh WHO (World Health Organization), batas konsumsi gula yang aman bagi kesehatan tubuh kita tidak boleh lebih dari 50 gram atau sama dengan 4 sendok makan setiap harinya. Jika kamu ingin mendapatkan manfaat tambahan maka jumlah yang harus dibatasi adalah setengahnya saja atau 25 gram saja setiap harinya.

v

Jika ditelusuri lebih jauh mengenai kandungan nutrisi dari gula batu nyatanya sama.saja dengan gula pasir. Yang jika dikonsumsi dala jumlah berlebihan maka akan mengakibatkan kita menderita diabetes.

Mencari Alternatif Pemanis Selain Gula Pasir

Saat kita sedang menikmati minuman atau cemilan yang serba manis rasanya memang sangat menyenangkan. Namun, jika hal itu kita lakukan setiap hari dan secara berlebihan maka efeknya sangat buruk bagi kesehatan. Salah satunya yang harus kamu ketahui adalah melonjaknya berat badan dikarenakan asupan gula yang berlebihan.

Kalau dulu orang gendut itu identik dengan tanda makmur, maka kini hal tersebut sudah tidak berlaku lagi. Kelebihan berat badan dan obesitas akan memperbesar risiko seseorang terkena diabetes tipe 2. Selain berat badan yang berlebih, berbagai faktor lain turut meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, antara lain:

  • Kurang bergerak.
  • Bertambahnya usia.
  • Riwayat keluarga.
  • Etnis.
  • Hipertensi.
  • Kolesterol tinggi.

Jika seseorang sudah terkena diabetes tipe 2, dia harus berkomitmen seumur hidup untuk mengelola penyakit tersebut, termasuk membatasi asupan karbohidrat yang akan dikonsumsinya nanti. Perhitungan banyaknya asupan karbohidrat harian menjadi penting pada penderita diabetes karena karbohidrat mempengaruhi gula darah kamu lebih dari nutrisi lainnya.

Sebenarnya, banyak tipe karbohidrat yang terkandung dalam makanan dan minuman. Gula adalah salah satunya. Gula itu sendiri banyak sekali jenisnya. Contoh yang paling sering dikonsumsi adalah gula pasir. Seiring membaiknya pemahaman masyarakat bahwa pemakaian gula pasir berlebih akan berefek buruk pada tubuh, maka dicarilah alternatif lain yang digunakan sebagai pemanis. Salah satu yang dianggap sebagai solusi dan dianggap masyarakat lebih sehat serta aman adalah gula batu.

Namun sejatinya, faktor penting dari keamanan gula adalah seberapa banyak ia dikonsumsi. Baik gula pasir, gula batu ataupun jenis gula lainnya, jika dikonsumsi secara berlebihan maka tetap saja berisiko menuntun seseorang menuju kelebihan berat badan atau obesitas. Hingga pada akhirnya, berujung pada meningkatnya peluang terkena diabetes tipe 2.

Pengganti gula batu dan gula pasir

Yang menjadi permasalahan adalah saran dari WHO tersebut sangat susah untuk dilaksanakan. Lihat saja aneka minuman dan makanan ringan yang tersaji di meja saat menemani lembur atau menonton televisi. Jarang sekali minuman dan makanan ringan tersebut lepas dari pemanis, baik yang berasal dari gula pasir maupun gula batu. Padahal, untuk menemani waktu-waktu tersebut, ada cara yang lebih sehat untuk mendapatkan rasa manis dari minuman dan camilan.

Bilamana kamu sedang sangat ingin mengonsumsi makanan atau minuman manis, kamu bisa mencoba mengganti gula pasir atau gula batu dengan pemanis buatan atau pemanis rendah kalori lainnya. Pemanis jenis ini, meski rendah kalori dan rendah karbohidrat, tetap tidak akan mengurangi manisnya minuman atau makanan. Bagi penderita diabetes, pemanis buatan yang rendah kalori dapat membantu dalam menjaga stabilitas kadar gula darah dalam tubuh.

Penting diingat, selain menjalani gaya hidup sehat dengan menu makanan seimbang, kamu perlu berolahraga setidaknya 30 menit per hari yang dilakukan sebanyak lima kali seminggu untuk menurunkan risiko kamu terkena diabetes tipe 2.

Hal ini juga berlaku pada penderita diabetes tentu saja dengan tertib mengonsumsi obat-obatan antidiabetes atau insulin sesuai petunjuk dokter. Berikut adalah bahan pengganti gula pasir atau gula batu yang lebih sehat:

1. Stevia

c

Stevia adalah pemanis alami yang terbuat dari daun tanaman stevia (Stevia rebaudiana Bertoni). Tanaman ini aslinya dari Paraguay, dan kebanyakan ditanam di di Brasil. Stevia atau steviol glikosida adalah pemanis yang punya rasa 250-300 kali lebih manis daripada gula sukrosa, bentuknya bisa dalam bentuk cair atau bubuk. Pemanis jenis ini tidak memiliki dan memiliki indeks glikemik nol, dan sering digunakan sebagai bahan asupan makan bagi mereka yang sedang diet.

Selain itu, stevia juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin A, B, dan C, kalsium, zat besi, zinc, natrium, kalium, protein, dan unsur-unsur lainnya. Faktor-faktor tersebutlah yang membuat stevia diduga cocok untuk mereka yang sedang mengontrol berat badan atau mengendalikan diabetes. Berikut beberapa kemungkinan manfaat stevia yang bisa kita ambil.

  • Diabetes

Satu penelitian menunjukkan bahwa selain tidak mengandung karbohidrat dan kalori, stevia juga tidak akan memengaruhi gula darah atau respons insulin. Dengan mengonsumsi stevia, penderita diabetes pun diduga bisa mengonsumsi lebih banyak jenis makanan dan memenuhi rencana makan sehat.

Studi lain melaporkan jika stevia sangat sedikit, bahkan tidak memberikan efek apa pun terhadap kadar insulin, glukosa darah, hipertensi, dan berat badan. Kadar gula darah setelah makan pada penderita diabetes pun dilaporkan berkurang ketika mengonsumsi stevia.

  • Berat badan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, stevia tidak mengandung kalori sama sekali. Oleh karena itu, pengganti gula ini dinilai bisa membantu mengurangi asupan energi. Selain itu, stevia pun tidak bisa diserap dengan baik hingga membuatnya dibuang utuh-utuh dari dalam tubuh.

  • Tekanan darah

Zat dalam ekstrak stevia ditemukan mampu melebarkan pembuluh darah serta meningkatkan ekskresi urine dan natrium. Tanaman stevia pun diduga memiliki sifat kardiotonik yang mampu menormalkan tekanan darah dan mengatur detak jantung.

  • Kanker pankreas

Tanaman stevia memiliki banyak senyawa antioksidan seperti flavonoid, triterpen, tannin, kaempferol, dan lain sebagainya. Ada penelitian yang menemukan bahwa kaempferol dapat mengurangi risiko kanker pancreas.

Meskipun pengganti gula ini rendah kalori, penggunaan stevia juga tidak boleh sembarangan apalagi berlebihan. Dan ingat, mengonsumsi makanan bebas gula, bukan berarti Anda terbebas dari kalori. Kalori bisa didapat dari makanan atau minuman lain.

2. Madu

x

Madu adalah cairan manis alami yang terbuat dari nektar bunga dan dikumpulkan oleh lebah madu. Kandungan madu terdiri dari 80% gula alami, 18% air dan 2% mineral, vitamin, tepung sari dan protein. Madu sedikit lebih tinggi banyak kandungan nutrisi dan kalori dibanding gula pasir atau gula batu.

Dalam 100 gram madu murni murni setara rata-rata menghasilkan 330 kalori energi dan 81g karbohidrat. Masih lebih rendah jika dibandingkan dengan 100 gram gula pasir biasa yang mengandung 400 kalori. Berikut manfaat yang ada pada madu, antara lain:

  • Menghilangkan Batuk

Sebuah studi 2007 dari Penn State College of Medicine yang melibatkan 139 anak-anak, menemukan bahwa madu sangat efektif dalam menghilangkan batuk. Dekstrometorfan (DM) dalam madu dapat menenangkan batuk pada malam hari untuk anak-anak dan meningkatkan kualitas tidur mereka.

Studi lain juga perna dipublikasikan di Pediatrics yang dilakukan pada 270 anak-anak berusia 1-5 yang mengalami batuk pada malam hari karena pilek. Dalam penelitian ini, anak-anak yang meminum dua sendok teh madu 30 menit sebelum tidur mengalami penurunan intensitas batuk dibandingkan dengan mereka yang tidak meminum madu.

  • Mencegah Kanker dan Penyakit Jantung 

Dua penyakit paling berbahaya dimuka bumi ini ternyata juga dapat dilakukan dengan mengkonsumsi madu. Zat yang terdapat pada madu mengandung flavonoid, antioksidan yang membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

  • Memerangi Bakteri

Dalam studi klinis, madu telah terbukti dapat membunuh patogen penyakit karena makanan seperti E. coli dan salmonella, serta methicillin-resistant Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa yang keduanya mungkin terdapat di rumah sakit atau klinik.

Kesimpulan
Jadi, gula batu dan gula pasir itu sama-sama memiliki bahaya yang jika diskonsumsi dengan berlebihan. Karena gula batu sendiri dibuat dari gula pasir yang kemudian di proses menjadi kristalisasi larutan gula cair. Bahan yang digunakan untuk membentuk gula batu merupakan larutan gula cair jenuh.

Kenyataannya, masih banyak orang yang belum bisa menghindari rasa manis. Coba bayangkan, siapa yang tahan untuk tak tergoda melihat kue donat bertabur gula di sore hari? Atau relakah kamu mengurangi nikmatnya bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas sambil ditemani kopi atau teh dengan rasa manis favorit kamu?

Sebenarnya rasa nikmat tersebut tak perlu kamu korbankan. Ya, dengan gula rendah kalori kamu tetap bisa menikmati manisnya hidup. Gula rendah kalori memiliki kelebihan untuk menjaga kadar gula darah kamu dan diabetisi agar tetap normal. Hidup sehat pun bisa tetap menyenangkan.