Home Kesehatan Mana Yang Lebih Bergizi Antara Tahu Dan Tempe? Jawabannya Ada Disini
Mana Yang Lebih Bergizi Antara Tahu Dan Tempe? Jawabannya Ada Disini

Mana Yang Lebih Bergizi Antara Tahu Dan Tempe? Jawabannya Ada Disini

0

Lauk makan yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia. Mulai dari tua hingga muda, perempuan atau laki-laki pasti mengenal yang namanya tahu dan tempe. Ya, bagaiamana tidak? Kedua bahan pangan ini selalu menjadi santapan yang sering dijumpai masyarakat Indonesia.

Selain rasanya yang lezat, harganya yang merakyat tentunya menjadi alasan paling umum mengapa makanan ini banyak dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia. Selain itu, kedua makanan ini diklaim sebagai sumber makanan yang kaya akan gizi dan protein.

Namun sayangnya, baru-baru ini perekonomian Indonesia dilanda dengan masalah krisis kedelai yang membuat harga kedelai melambung tinggi. Hal ini tentunya membuat para pedagang dan produsen tahu tempe terpaksa menghentikan produksinya. Padahal olahan dari kedelai ini adalah sumber protein nabati yang paling murah.

Namun, meski kedua makanan ini diklaim sebagai makanan dengan kandungan gizi dan protein yang begitu tinggi, ternyata ada salah satu sari kedua bahan pangan ini yang memiliki kandungan gizi yang lebih menyehatkan. Lantas yang manakah itu? Tahu atau tempe? Simak ulasannya di bawah ini ya.

Proses pembuatan tahu dan tempe

pp

 

Tahu dibuat dari sari kedelai atau hasil perasan dari kedelai yang dihancurkan kemudian diendapkan dengan cara ditambahkan koagulan. Olahan kedelai yang diadaptasi dari China ini umumnya bertekstur lembut dan berwarna putih atau kuning.

Biasanya olahan kedelai ini banyak disajikan dengan cara digoreng untuk dinikmati secara langsung. Selain itu, olahan dari tahu juga banyak digunakan sebagai pelengkap dari kuliner bakso, batagor atau siomay.

Sementara itu, tempe dibuat dengan fermentasi biji kedelai yang menggunakan beberapa tipe kapang. Kapang tersebut nantinya akan menghidrolisis senyawa kompleks yang menjadi senyawa sederhana yang mudah dicerna oleh tubuh. Dan apabila sudah melewati proses permentasi, biji kedelai tersebut akan menjadi padat dan menempel satu sama lainnya.

Bentuk dari tempe sendiri biasanya beragam tergantung pada cetakan yang digunakn. Biasanya bentuk yang banyak dijumpai yakni bulat, persegi panjang dan bulat.

Perbedaan tahu dan tempe

Dan disinilah terdapat perbedaan yang mendasar dari kedua bahan makanan tersebut, yakni tempe adalah produk fermentasi kedelai sedangkan tahu bukanlah produk fermentasi. Dan perbedaan proses pembuatan pada tahu dan tempe inilah yang membuat kedua makanan ini memiliki kandungan nutrisi yang berbeda satu sama lain.

Sehingga perbedaan kandungan inilah yang selanjutnya menentukan mana yang lebih baik diantara keduanya. Lalu manakah yang lebih baik? sebelum membahas tentang hal tersebut, ada hal penting yang perlu kita ketahui terlebih dahulu. Secara alami, biji kedelai memiliki kandungan senyawa yang disebut dengan “antinutrisi”. Apakah antinutrisi itu?

o

Antinutrisi adalah senyawa yang menghambat proses pencernaan beberapa nutrisi tertentu yang terkandung pada bahan makanan lainnya yang juga pada waktu yang sama saat dikonsumsi. Lalu apakah senyawa-senyawa antinutrisi tersebut? Senyawa antinutrisi yang terkandung pada kedelai diantaranya fitoestrogen, goitrogen, sayotoksin, inhibitor tripsin, saponin dan fitat (asam fitat).

Senyawa-senyawa tadi secara alami memang terkandung pada kedelai, namun ternyata proses fermentasi mampu menghancurkan senyawa-senyara tersebut. Dan itulah mengapa tahu lebih banyak mengandung senyawa antinutrisi dibandingkan dengan tempe. Berarti dengan demikian, apakah tempe lebih baik daripada tahu? Bisa jadi demikian.

Mana yang lebih bergizi?

jj

Tahu mengandung lebih banyak mineral yang berasal dari senyawa koagulan (yang bisa membuat sari kedelai jadi padat). Sementara itu, tempe memiliki lebih banyak kandungan vitamin yang berasal dari hasil fermentasi.

Secara kandungan gizi, tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Tempe memiliki kalori yang lebih tinggi, dengan kandungan karbohidrat, protein dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan tahu. Tempe juga memiliki serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahu.

Itulah mengapa tahu memiliki kandungan antinutrien yang lebih banyak dibandingkan tempe yang sudah difermentasi. Dengan kata lain, zat gizi yang terkandung dalam tempe akan lebih efektif diserap oleh tubuh dibandingkan tahu.

Selain itu, tempe dan tahu mengandung senyawa isoflavone. Isoflavone diperkirakan memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya untuk menangkal kanker. Tempe memiliki kandungan isoflavone yang lebih tinggi dibandingkan tahu.

Walaupun fermentasi dapat menurunkan kandungan isoflavone yang terkandung di dalam tempe, penyerapan isoflavone pada tempe umumnya masih lebih tinggi dibandingkan tahu. Senyawa isoflavone yang terkandung pada tahu sebesar 4-67 mg/100 gram. Sementara pada tempe sebesar 103 mg/100 gram. Diperkirakan sebesar 30 sampai 50 mg konsumsi senyawa isoflavone setiap hari cukup untuk memberikan manfaat kesehatan.

Tempe memang lebih bernutrisi, tapi

dy

Tempe lebih padat akan zat gizi dibandingkan tahu. Proses fermentasi tempe akan menambah kandungan gizi serta menghilangkan senyawa yang menghambat penyerapan gizi. Akan tetapi, lebih rendahnya nilai kalori dan zat gizi pada tahu berarti tahu dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tempe untuk mencapai nilai nutrisi yang sama.

Penting dicatat, nilai gizi yang terkandung dalam tahu dan tempe masih bisa berbeda-beda juga, tergantung jenis, proses pembuatan dan cara memasaknya. Bila Anda memasak tempe yang kaya nutrisi dengan cara digoreng dan ditambahkan banyak garam, tetap saja makanan sehat ini akan jadi beresiko buat kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, bukan berarti Anda hanya disarankan makan tempe saja. Bila Anda sedang mencoba menurunkan berat badan atau membatasi asupan kalori, tahu bisa jadi pilihan yang lebih baik dari tempe. Pastikan juga Anda mengolah tahu dan tempe dengan cara yang sehat.