Home Kesehatan Jangan Abaikan, Pemakaian Pembalut Yang Salah Bisa Buat Anda Terkena Sindrom
Jangan Abaikan, Pemakaian Pembalut Yang Salah Bisa Buat Anda Terkena Sindrom

Jangan Abaikan, Pemakaian Pembalut Yang Salah Bisa Buat Anda Terkena Sindrom

0

Menurut Mayo Clinic, kira-kira separuh dari semua kasus sindrom syok toksik disebabkan oleh bakteri yang bernama Staphylococcal dan Streptococcal. Sindrom shock toksik atau yang biasa disingkat dengan TSS (Toxic Shock Syndrome) ini sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya mempengaruhi wanita saja, terutama bagi wanita yang sedang haid.

Salah satu kasus TSS yang pernah terjadi dialami oleh seorang wanita berusia 20 tahun, yang secara tidak sengaja meninggalkan tampon (sejenis pembalut wanita) selama lebih dari seminggu berada di dalam organ intimnya. Kejadian ini terjadi pada tahun 2016 silam. Karena pada umumnya hanya wanita yang mengalami menstruasi dan menggunakan pembalut, maka tidak heran jika kaum hawa inilah yang memiliki kemungkinan yang jauh lebih besar untuk terkena kondisi berbahaya yang bernama TSS ini.

Namun meskipun begitu, pada kenyataan nya sindrom syok toksik juga dapat terjadi pada siapa saja termasuk pria, wanita pasca menopause dan bahkan pada anak-anak.

Jika anda atau seseorang yang anda kenal menunjukkan adanya tanda TSS ini, segeralah untuk pergi dan memeriksakannya ke dokter, karena hal ini tidak bisa dianggap sebagai masalah yang mudah. Anda yang mungkin baru pertama kali mendengar nama penyakit ini pasti bertanya-tanya apa sebenarnya itu Toxic Shock Syndrome itu, bukan?

Secara singkat, definisi sindrom syok toksik atau TSS ini adalah suatu keadaan darurat dalam medis yang sifatnya langka sekaligus sangat serius. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan organ atau bahkan bisa mengakibatkan kematian jika tidak diobati dan ditangani dengan baik dan segera.

Berdasarkan data yang ada, ada sekitar 50% kasus seseorang yang mengidap sindrom syok toksik yang berujung pada kematian. Tingkat persentase kematian yang begitu tinggi, menjadikan TSS sebagai gangguan yang sangat menakutkan.

Inilah sebabnya, mengapa sangat penting bagi anda, terutama kaum wanita untuk mengetahui apa-apa saja gejala dari sindrom toksik tersebut, serta cara alami terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah sindrom ini menyerang anda. Untuk anda yang peduli dengan kesehatan anda, berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai TSS.

Pengenalan Terhadap Toxic Shock Syndrome

Sindrom syok toksik sekarang ini kemungkinan besar sudah tidak asing lagi bagi masyarakat di seluruh dunia, terutama di kalangan wanita. Kasus TSS ini pertama kali dilaporkan terjadi sekitar akhir tahun 1970-an. Jenis sindrom ini biasanya berhubungan dengan penggunaan tampon atau absorben (sejenis pembalut yang digunakan saat menstruasi).

Absorben sendiri merupakan cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi pada permukaannya, baik secara fisik ataupun dengan reaksi kimia. Absorben yang baik biasanya akan memiliki beragam persyaratan seperti, memiliki daya larut bahan yang baik.

Pertama-tama, penting untuk anda ketahui bahwa TSS merupakan kondisi medis yang bisa datang dengan cara tiba-tiba dan bisa berkibat fatal. Wanita yang berumur mulai dari 15 sampai 25 tahun yang menggunakan tampon selama haid diketahui memiliki resiko yang paling besar untuk mengembangkan gangguan ini.

Penyakit ini bisa menyebabkan infeksi sistemik, yang berarti dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh. Dua jenis bakteri yang berbeda, yaitu Staphylococcus Aureus (alias “staph”) dan Streptococcus Pyogenes (alias “strep”) diketahui sebagai penyebab utamanya. Pertumbuhan dari bakteri staph yang tak terkontrol dapat menyebabkan kejutan beracun.

Faktanya, ada lebih dari 33 persen kasus TSS yang terjadi pada wanita berusia di bawah 19 tahun yang rata-rata disebabkan alibat penggunaan tampon saat haid. Untungnya, beberapa pembuat tampon kini telah berhenti memproduksi jenis pembalut ini. Hal ini juga cukup membantu dalam mengurangi terjadinya TSS pada wanita yang sedang haid.

Akan tetapi, penggunaan tampon bukanlah satu-satunya hal atau penyebab yang terkait dengan sindrom syok toksik ini. Ada juga berbagai faktor lain yang tak kalah berperan menyebabkan seseorang mengalaminya. Beberapa diantaranya adalah penggunaan tutup cervix, spons menstruasi dan diafragma juga terkait dengan TSS tersebut.

Selain wanita yang sedang haid, anak-anak yang telah terpapar bakteri staph, wanita yang sedang melakukan pemulihan pasca persalinan, seseorang yang memiliki luka terbuka, luka bakar atau pembedahan yang serius juga rentan terkena TSS. Mereka yang menggunakan perangkat prostetik juga berisiko terkena sindrom ini.

Alasan mengapa sindrom syok toksik bisa menjadi sangat serius adalah dikarenakan respon tubuh yang khas terhadap toksin bakteri yang menyebabkan TSS menghasilkan penurunan tekanan darah yang sangat tajam. Hal ini juga bisa mengakibatkan kematian.

Tanda-Tanda Seseorang Terkena Toxic Shock Syndrome

Pada tahun 1980-an, diketahui ada 6 dari 100.000 wanita dalam rentang umur sekitar 19 tahun sampai 44 tahun di Amerika Serikat yang terserang jenis sindrom mematikan ini. Namun setelah tahun 1986 jumlah tersebut pun mulai menurun.

demam

Kini menurut National Organization for Rare Diseases (NORD), hanya ada 1 dari 100.000 wanita saja yang memiliki kemungkinan besar untuk mengembangkan sindrom tersebut.

Untuk mewaspadai TSS tersebut, adapun indikasi pertama yang bisa anda jadikan sebagai patokan untuk mengetahui apakah anda atau orang yang anda kenal sedang terserang sindrom ini adalah ditandai dengan demam mendadak dan tinggi.

Selain itu, gejala sindrom syok toksik juga dapat bervariasi dari orang ke orang. Dalam kebanyakan kasus, sebagian besar gejala tersebut muncul secara tiba-tiba. Adapun tanda-tanda umum dari kondisi ini meliputi:

  • Demam mendadak yang mungkin disertai dengan perasaan menggigil
  • Sakit kepala
  • Tekanan darah rendah
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Ruam yang terlihat mirip dengan sengatan matahari, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki
  • Nyeri otot
  • Kemerahan pada mata, mulut dan tenggorokan
  • Kebingungan
  • Kejang

Gejala TSS tidak boleh anda abaikan ataupun anda coba sembuhkan sendiri. Jika anda yakin kalau anda mengalami tanda-tanda TSS yang telah kami sebutkan di atas, maka segera dapatkan perawatan medis, terutama jika anda baru saja menggunakan tampon atau memiliki jenis infeksi kulit tertentu.

Ada juga kondisi kesehatan yang disebut dengan toxic shock-like syndrome (TSLS), atau streptococcal toxic shock syndrome. Keduanya serupa, namun berbeda dengan TSS. Perbedaannya adalah TSLS tidak terkait dengan penggunaan tampon.

Individu yang paling beresiko mengalami sindrom syok toksik jenis ini adalah termasuk para penderita diabetes, pecandu alkohol, mereka yang menderita cacar air atau siapa saja yang baru menjalani operasi.

Penyebab Seseorang Beresiko Terkena TSS

Di dunia ini, tidak ada satu pun penyakit yang muncul begitu saja tanpa adanya faktor-faktor atau penyebab khususnya. Begitu pula dengan penyakit yang bernama Toxic Shock Syndrome ini.

Setelah tadi anda sudah mengetahui tanda-tanda keberadaan jenis penyakit ini, sekarang waktunya anda mengetahui penyebab umum seseorang bisa mengembangkan atau terserang jenis sindrom tersebut.

resiko Terkena TSS

Tadi sudah dijelaskan kalau penyebar sindrom syok toksik ini adalah bankteri staph dan strep. Biasanya bakteri-bakteri ini menyerang tubuh setelah berhasil masuk melalui pembukaan kulit atau dari luka-luka yang terbuka. Lantas, apa hubungan antara penggunaan tampon dan bakteri dengan TSS ini sebenarnya?

Untuk jawaban pertanyaan di atas, para ahli masih belum bisa mengetahuinya dengan jelas. Namun, salah satu hipotesis mereka menyebutkan bahwa serat tampon beresiko tinggi untuk menggores vagina.

Goresan yang terjadi kemungkinan akan menyebabkan luka terbuka, sehingga itu lah waktu yang tepat bagi kedua bakteri untuk masuk, menyerang dan menginfeksi tubuh. Bakteri tersebut akan masuk melalui aliran darah.

Teori lain mengatakan, bahwa ketika tampon ditinggalkan di dalam tubuh untuk jangka waktu lama, maka benda itu akan menarik bakteri yang akan menyebabkan TSS.

Akan tetapi, anda juga harus tahu kalau tidak semua infeksi staph atau strep dapat menyebabkan TSS. Untuk sindrom syok toksin itu sendiri,  adapun varietas bakteri staph dan strep yang melakukan penyerangan berasal dari Staphylococcus aureus dan kelompok A streptococcus.

Bakteri jenis ini sebenarnya bisa sangat berbahaya bagi tubuh bila ditemukan di kulit, hidung atau mulut. Jadi bukan pada alat kelamin saja. Sebenarnya, wajar bila menemukan bakteri jenis ini di beberapa daerah yang telah terjangkit.

Namun, yang berbahaya dari jenis bakteri ini terjadi saat mereka menembus lebih jauh ke dalam tubuh sehingga masalah kesehatan serius bisa berkembang.

Begitu masuk ke dalam tubuh, bakteri akan melepaskan toksinnya. Racun ini sangat mengancam organ bagian dalam dan jaringan manusia. Itulah sebabnya mengapa anda harus berhati-hati saat memiliki luka yang terbuka.

Beberapa faktor resiko sindrom shock toksik yang harus anda ketahui antara lain:

  • Memiliki infeksi stafilokokus atau infeksi streptokokus, seperti infeksi tenggorokan, impetigo atau selulitis.
  • Penggunaan Tampon saat menstruasi, terutama tampon super-absorbent (dengan risiko meningkat jika anda meninggalkan tampon di dalam vagina untuk waktu yang lama)
  • Menggunakan spons kontrasepsi atau diafragma
  • Baru melahirkan
  • Selesai operasi
  • Penggunaan benda-benda asing (seperti yang digunakan untuk menghentikan mimisan) di dalam tubuh
  • Luka terbuka di tubuh seperti luka teriris pisau, luka bakar, atau gigitan serangga.

Meskipun berbahaya, kabar baiknya penyakit ini tidak bersifat menular. Jadi kalau ada teman atau keluarga anda yang terkena penyakit ini, anda tidak akan tertular. Yang perlu anda lakukan adalah membawa mereka ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Kalau tadi kabar baik, kini kami harus menyampaikan kabar buruk mengenai sindrom ini. Sekalipun anda sudah berobat, tapi tidak mendapatkan obat kekebalan terhadap TSS ini, maka ada kemungkinan penyakit ini akan datang lagi di kemudian hari.

Sekali lagi, jika anda mulai menunjukkan gejala sindrom syok toksik, segeralah mencari perawatan medis. Hal ini benar-benar bisa menyelamatkan hidup anda, terutama jika anda melakukan penanganannya sejak dini.

Bagaimana Dokter Mendiagnosis TSS Ini?

Karena jenis penyakit ini jarang terjadi, kebanyakan dokter akan mendiagnosisnya dengan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat gejala umum dari sindrom syok toksik yang ditunjukkan oleh para pasiennya, termasuk demam, tekanan darah yang rendah dan ruam.

Terkadang, tes darah, tes urine atau selaput sperma yang diambil dari serviks atau vagina, juga dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi adanya bakteri staph atau strep yang menyebabkan TSS di dalam tubuh.

Selain itu, Dokter biasanya juga akan meminta anda untuk menjalani pengujian dengan beberapa cara lain, seperti tes darah untuk fungsi hati dan ginjal.

Kebanyakan orang dengan sindrom syok toksik akan memerlukan rawat inap. Selama masa inap di rumah sakit, anda mungkin akan menerima antibiotik, obat penstabil tekanan darah dan cairan hidrasi.

Pembedahan untuk mengobati infeksi dalam atau untuk memotong jaringan yang tidak hidup dari tempat infeksi mungkin juga diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Racun dari bakteri staph atau strep yang kemudian dikombinasikan dengan tekanan darah rendah dapat menyebabkan gagal ginjal.

Cara Alami Untuk Mencegah TSS

Kami ingin mengingatkan anda sekali lagi kalau TSS adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Kami tidak menyarankan anda untuk mencoba menyembuhkan TSS dengan cara pengobatan sendiri di rumah.

Tapi kami dengan senang hati mengatakan bahwa ada beberapa cara alami untuk mencegah gejala sindrom syok toksik ini sejak dini. Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu anda.

Tapi, ketahuilah kalau akan jauh lebih baik lagi jika pengobatan alami ini anda barengi dengan pengobatan modern, seperti berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukan pengobatan dengan cara alami.

Beberapa cara alami yang kami sarankan untuk anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Pemeliharaan Menstruasi yang optimal

Saat menstruasi, kami sarankan anda untuk menggunakan bantalan bebas klorin daripada tampon. Tapi jika anda akan menggunakan tampon, maka cobalah untuk selalu berada di sisi konservatif ketika sampai pada berapa lama anda menggunakan tampon.

Jadi berapa lamakah waktu yang ideal untuk menggunkan tampon? Perusahaan tampon mengatakan bahwa tampon bisa dipakai hingga delapan jam lamanya. Selain itu, anda harus mencuci tangan sebelum dan sesudah memasukkan tampon, dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan perkembangan bakteri.

Meskipun beberapa perusahaan tampon mengatakan bahwa anda bisa tidur dengan alat tersebut, tapi sebenarnya hal itu sangat tidak disarankan untuk anda lakukan.

Kebanyakan orang seringkali melewati batas pemakaian tampon yang seharusnya. Inilah yang nantinya akan membawa mereka pada resiko TSS. Jadi, usahakanlah untuk tidak meninggalkan tampon tersebut di dalam vagina untuk waktu yang lama.

Selain itu, jangan pernah menggunakan lebih dari satu tampon sekaligus dan selalu gunakan serapan serendah mungkin untuk aliran menstruasi anda.

  • Pasien TSS sebelumnya Disarankan Untuk Menghindari Tampon

Mayo Clinic mengatakan bahwa jika anda pernah mengalami sindrom toxic dan sudah sembuh, anda harus benar-benar menghindari penggunaan tampon, karena bisa saja sindrom syok toksik ini akan terulang kembali pada anda.

  • Perawatan Luka Yang Tepat

Ketika anda memiliki luka bakar, tergores, sayatan atau luka lain pada kulit, sangat penting untuk anda agar merawatnya dengan cara yang benar supaya tidak hanya mendorong penyembuhannya yang optimal, tetapi juga untuk mencegah masuknya bakteri seperti jenis bakteri staph dan strep yang menyebabkan gejala sindrom syok toksik.

Pastikan untuk menjaga area kulit tetap bersih dan gunakan dressing yang tepat seperti “Band Aid” atau “Plester Luka”. Jika anda sedang berada di daerah resiko infeksi yang tinggi, anda sebaiknya lebih memperhatikan dan memberikan perlindungan yang lebih ekstra seperti menutupi luka dengan menggunakan Band Aid tadi.

Selain itu, anda juga harus segera ke dokter anda jika luka atau sayatan memperlihatkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak atau bernanah.

  • Tingkatkan Pemberian Vitamin D

Penelitian ilmiah telah menunjukkan bagaimana vitamin D bekerja untuk mengembalikan kekebalan protektif dan adaptif pada tubuh. Beberapa penelitian lainnya juga telah menunjukkan hubungan antara tingkat vitamin D yang rendah dengan peningkatan kejadian infeksi.

Berbagai sel imun dalam tubuh sebenarnya telah ditemukan memiliki reseptor vitamin D serta metabolizer vitamin D. Jadi masuk akal jika vitamin D dapat memberikan efek positif yang begitu kuat pada sistem kekebalan tubuh.

Menjaga tingkat vitamin D anda secara optimal adalah salah satu cara untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap berfungsi dengan baik, sehingga anda bisa terhindar dari serangan dan pertumbuhan berlebih dari bakteri yang menyebabkan sindrom kejutan beracun.

  • Diet Kaya Akan Probiotik

Probiotik adalah salah satu pendorong kekebalan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memberikan efek baik untuk kesehatan, serta salah satu cara utama untuk menjaga tubuh dari segala jenis masalah termasuk gejala sindrom syok toksik. Mereka dapat mendukung kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan juga menyerap nutrisi dari makanan yang anda makan.

Mendapatkan probiotik setiap hari dari makanan atau suplemen yang anda konsumsi sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh anda, termasuk jaringan organ dan sel-sel tubuh.

Penelitian telah menunjukkan bahwa probiotik dari susu fermentasi atau yogurt dapat memperbaiki sistem kekebalan mukosa usus. Sedangkan pada bayi yang mendapat suplemen probiotik cenderung tidak memiliki penyakit yang dimediasi oleh kekebalan pada masa kanak-kanak.

Kesimpulan

Sindrom syok toksik merupakan salah satu dari banyaknya jenis sindrom berbahaya dan mematikan yang ada di dunia, meskipun memang kasusnya terbilang sangat jarang terjadi.

Jenis sindrom ini lebih cenderung menyerang wanita, khususnya saat sedang haid. Tapi tidak menutup kemungkinan juga para pria dan anak-anak untuk mengalaminya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya faktor yang mendorong munculnya penyakit ini.

Penyebab utama dan yang terutama adalah penggunaan pembalut yang disebut tampon pada saat menstruasi. Pemakaiannya mudah, cukup dengan memasukkannya ke dalam vagina.

Meskipun terbilang mudah pemakaiannya, tapi di situ pula letak kebahayaannya. Banyak wanita yang menggunakan tampon lupa menggantinya dan membiarkannya terus berada di dalam vagina untuk waktu yang lama. Inilah yang menyebabkan tingginya resiko perkembangan bakteri staph dan strep yang menjadi penyebab TSS tersebut.

Selain resiko tampon dan bentuk alat kontrasepsi lainnya, sindrom syok toksik juga dapat terjadi karena masuknya bakteri ke dalam tubuh melalui luka-luka yang terbuka, seperti luka irisan pisau, luka setelah baru selesai melahirkan, operasi atau berbagai luka pada kulit yang lainnya.

Orang-orang yang terserang sindrom ini biasanya akan memperlihatkan sejumlah gejala umum seperti demam, ruam dan tekanan darah yang rendah. Syukurnya, ada beberapa cara pengobatan alami yang bisa dilakukan untuk mencegah TSS dan membantu melindungi tubuh dari invasi bakteri dan infeksi.

Mengingat dampak TSS ini sangat beresiko dan bisa saja mengakibatkan kematian, maka mulai saat ini berhati-hatilah untuk memasukkan benda ke dalam vagina anda. Hal ini dikhususkan untuk anda para kaum wanita.

Hal tersebut dikarenakan bagian dalam vagina sangat sensitif. Jika ada benda asing yang masuk dan membawa bakteri, vagina bisa mengalami infeksi. Jadi, jagala dan rawatlah tubuh dan kesehatan anda sebaik mungkin. Kalau bisa, nggak usah deh pakai-pakai tampon saat haid. Cari aman saja dengan memakai kain atau pembalut yang telah direkomendasikan oleh tenaga medis.