Home Info Sake, Minuman Khas Jepang Yang Tak Tergantikan
Sake, Minuman Khas Jepang Yang Tak Tergantikan

Sake, Minuman Khas Jepang Yang Tak Tergantikan

0

Ayo tunjuk tangan siapa yang suka mabuk? Pasti banyak dari kalian yang suka minuman keras sampai-sampai kalian teler dibuatnya, ya kan? Kalau emang iya berarti kalian tau dong dengan yang namanya Sake? Yups, Sake adalah sejenis minuman keras dari jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut anggur beras. Kali ini gue ingin membahas sejarah dan kegunaan Sake pada zamannya dulu. Tanpa berlama-lama, mari langsung aja kita simak yah guys.

Sake Dan Budaya Jepang

budaya

Sejak zaman dahulu, orang-orang telah membuat alkohol dan menikmatinya sebagai bagian dari budaya mereka. Dalam banyak bagian di dunia, alkohol mendapatkan tempat sebagai sesuatu yang dihargai dan telah diromantisasi menjadi sesuatu yang ideal. Orang-orang Jepang pastinya tidak terkecuali.

Berabad-abad yang lalu, mereka mulai mencampurkan makanan utama mereka, beras, dengan air murni dan mikroorganisme koji untuk membuat Nihon-shu (Sake jepang), dengan mahir memanfaatkan kondisi alam dan lingkungan setempat untuk menciptakan sebuah minuman yang unik.

Lautan memisahkan kepulauan Jepang dari benua Asia, dan hal ini terbukti menguntungkan untuk pembuatan sake karena orang-orang di Negeri Matahari Terbit, yang terletak di sebelah timur dari sebagian besar benua Asia Timur, mengembangkan minuman spesial mereka sendiri.

Pemisahannya secara geografis dilengkapi juga dengan pengasingan politik, ekonomi dan budaya selama berabad-abad, sampai modernisasi dimulai sekitar pertengahan tahun 1800-an. Sake adalah minuman beralkohol yang didesain untuk selera orang Jepang oleh para ahli yang bebas dari pengaruhnya budaya lainnya.

Penggunaan Dalam Upacara Adat

upacara

Menurut Wikipedia, Sake sering dikonsumsi sebagai bagian dari ritual pemurnian Shinto. Selama Perang Dunia II, pilot kamikaze meminum sake sebelum menjalankan misi mereka. Dalam sebuah upacara yang disebut kagami biraki, tong kayu sake dibuka dengan palu selama festival Shinto, pernikahan, pembukaan toko, olahraga dan kemenangan pemilu serta perayaan lainnya.

Sake ini, yang disebut zake-Iwai (sake perayaan), diberikan secara gratis kepada semua orang untuk menyebarkan nasib baik. Pada Tahun Baru banyak orang Jepang meminum sake khusus yang disebut Toso. Toso adalah semacam Iwai-zake yang dibuat dengan merendam tososan, sebuah obat bubuk cina, selama semalam di dalam sake. Bahkan anak-anak ikut mendapat porsi. Di beberapa daerah, urutan meminum toso dimulai dari orang yang paling muda ke yang paling tua.

Sake Di Negara Lain

negara

Sake juga diproduksi di negara China dan Korea, tetapi hasil akhirnya sering berbeda. Perbedaan utamanya adalah pada pemanfaatan jenis kapang (koji) yang digunakan untuk memecahkan pati. Koji Jepang terdiri dari kapang yang ditumbuhkan pada beras yang telah dikukus atau pada tepung terigu.

Bila menggunakan terigu, biasanya tidak dilakukan proses pengukusan. Pada koji China, kapang yang ditumbuhkan adalah Phycomycetes, sedangkan kapang yang digunakan pada pembuatan koji Jepang adalah Ascomycetes, seperti Aspergillus oryzae, Aspergillus awamori dan Aspergillus sojae.

Cara Membuat Sake Jepang

pembuatan

Sake Jepang diproduksi melalui tiga tahap fermentasi yang melibatkan koji dari beras yang telah ditumbuhi cendawan (sejenis jamur), yaitu suatu adonan bibit awal dilanjutkan proses sterilisasi pada suhu rendah. Penggunaan jenis bibit awal tersebut sangat penting karena dapat memberikan kesempatan terjadinya fermentasi secara serentak, baik dalam masa Moromi atau masa utama. Ketiga tahap tersebut adalah.

  • Pembuatan Koji
  • Pembuatan Massa Moto
  • Pembuatan Masa Moromi
  • Jenis-Jenis Sake Jepang

Sake Jepang sendiri juga memiliki banyak sekali jenis dan variasinya. Minna-san dapat mengelompokkan jenis-jenis sake berdasarkan jenis beras serta seberapa persen beras tersebut digiling, tempat sake tersebut diproduksi, proses pengolahannya dan masih banyak lagi. Nah, untuk mempermudah minna-san, berikut ini adalah 4 jenis sake Jepang yang populer dinikmati masyarakat Jepang dan cocok untuk dicoba minna-san saat berkunjung ke Jepang.

  • Junmai

junmai

Junmai atau beras murni adalah sake tanpa bahan tambahan dan pengawet apapun. Untuk membuat sake berjenis ini, kemurnian beras harus mencapai minimal 70% dan 30% sisanya sudah dibuang. Aroma sake Junmai cenderung kuat dan terasa agak asam. Sake ini cocok disajikan secara hangat atau sesuai dengan suhu ruangan.

  • Honjozo

honjozo

Sama seperti Junmai, Honjozo juga menggunakan beras dengan kemurnian minimal 70% untuk bahan dasarnya. Perbedaannya dengan Junmai adalah Honjozo mengandung alkohol sulingan yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan aroma. Honjozo termasuk sake yang ringan untuk diminum dan cocok untuk pemula. Honjozo bisa disajikan secara dingin atau hangat sesuai selera.

  • Ginjo

ginjo

Ginjo adalah sake premium yang bahan dasarnya berupa beras yang kemurniannya mencapai 40-60%. Sake ini diolah secara fermentasi dengan ragi khusus. Hasilnya berupa sake yang ringan untuk diteguk dengan rasa buah-buahan, namun memiliki aroma kompleks yang wangi. Sake ini juga cocok untuk pemula dan biasanya disajikan dingin. Ginjo juga memiliki jenis lain yang bernama junmai Ginjo. Junmai Ginjo juga berupa sake yang masuk ke dalam jenis Junmai pada poin pertama.

  • Daiginjo

dai

Sesuai dengan namanya “dai” (gak pake cilik yah) yang artinya besar, Daiginjo adalah sake premium berukuran besar yang umumnya dianggap oleh orang-orang sebagai level sake tertinggi dalam seni pembuatan sake. Untuk membuat Daiginjo, dibutuhkan beras kemurniannya persis mencapai 50%. Karena itulah, Daiginjo cukup mahal untuk dikonsumsi dan biasanya disajikan dingin untuk menonjolkan aroma dan rasanya yang nikmat dan kompleks.

Daiginjo juga memiliki jenis lain yang bernama junmai daiginjo, yang artinya tidak ada bahan tambahan apapun dalam pembuatannya.

Sekian dulu yah guys info gue mengenai Sake dan proses pembuatannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih.