Home Info Bertemu Dengan Orang Yang Bermuka Dua? Begini Cara Menghadapinya
Bertemu Dengan Orang Yang Bermuka Dua? Begini Cara Menghadapinya

Bertemu Dengan Orang Yang Bermuka Dua? Begini Cara Menghadapinya

0

Saat kamu sudah mulai mengenal dunia kerja, pasti akan kamu temukan ciri-ciri orang yang beranekaragam. Ada yang baik dan pasti ada yang berpura-pura baik pada kita. Apalagi kalau kamu jumpa dengan tipe orang yang paling buruk di setiap perusahaan yaitu karyawan yang bermuka dua. Sosok yang paling dibenci oleh banyak orang.

Kenapa orang yang bermuka dua itu selalu dikatakan licik? Hal ini karena terlalu duluan muncul persepsi jelek tentang bermuka dua. Pengertian orang bermuka dua ditafsirkan dengan cara yang salah. Kesalahan penafsiran ini juga disebabkan oleh pemasang muka yang cenderung memasang tampang jelek. Sehingga hal tersebut berimbas pada persepsi orang lain yang salah.

Benarkah yang bermuka dua selalu licik?

Selama ini orang bermuka dua diartikan sebagai orang yang memiliki karakter licik. Dimana pada kondisi tertentu dia mendukung dan pada kondisi lainnya menusuk dari belakang. Orang yang bermuka dua ditafsirkan suka menggunting dalam lipatan.

Ketika di depan mengutarakan hal lain dan dibelakang mengutarakan hal lain pula. Dan ini sering karena tujuan dari orang bermuka dua adalah untuk menjilat. Sehingga ada kesan orang bermuka dua adalah orang yang tidak bisa dipegang setiap kata-katanya.

ddd

Padahal, ada kondisi lain dimana seseorang juga harus memainkan dua muka. Saya ingin memberi definisi dari orang bermuka dua adalah orang yang memainkan peran ganda. Terlepas peran ganda yang diambil berupa sikap yang buruk atau baik. Namun ketika memberi label kepada istilah bermuka dua dengan kejahatan maka harus ditinjau dulu muslihatnya. Jadi kurang cocok mengatakan kalau semua muka dua adalah hal yang buruk.

Ciri-ciri orang bermuka dua

fff

  • Selalu melaporkan dan menjelek-jelekan rekan kerjanya padahal kinerjanya lebih buruk dan takut tersaingi
  • Selalu menonjolkan ide, gagasan atau kemampuan (sok pintar) di depan pimpinan, padahal ilmunya tidak seberapa atau mungkin juga ilmunya dari orang lain.
  • Selalu berperan paling sibuk dan over akting di depan pimpinan, padahal ia malas.
  • Selalu menunjukkan kesetiaan dan tunduk pada pimpinan, padahal ia bertolak belakang.
  • Selalu memuji secara berlebihan, padahal dihatinya tidak demikian.
  • Selalu sok akrab, padahal dibelakangnya ia menghantam.
  • Selalu setuju-setuju aja, padahal ia hanya mencari aman.
  • Selalu berpura-pura baik, padahal ia memanfaatkan kebaikannya untuk mengorek informasi. Hati-hatilah juga dengan orang yang tiba-tiba baik kepada kita, mungkin saja ia baru berbuat dzholim terhadap kita.
  • Selalu siap menerima tugas, padahal tugas yang ia terima dilemparkan ke orang lain.
  • Selalu membantu pimpinan untuk urusan-urusan pribadi, padahal ia hanya mencari hati pimpinan.

Orang yang memiliki karakter bermuka dua itu berbahaya. Pasalnya, orang ini bisa menjelma menjadi musuh dalam selimut tanpa kamu tahu. Dari luar dia nampaknya baik-baik saja dan tulus berteman, padahal di belakangmu dia bakal melakukan hal yang berkebalikan 180 derajat. Lalu bagaimana cara mendeteksi teman yang seperti itu? Tenang, di artikel ini kamu akan menemukan ciri-cirinya.

 Cara menghadapi mereka yang bermuka dua

b

Seperti itu lah ciri orang bermuka dua secara teori, kamu dapat memperhatikan hal tersebut ketika dirasa menghadapi orng bermuka dua. Berhati-hatilah dengan orang bermuka dua karena mereka bisa menutupi rasa tidak suka kepadamu. Terus bagaimana menghadapi orang bermuka dua? Berikut adalah cara menghadapi orang bermuka dua:

1. Jangan tanggapi sikapnya

Kamu tentu bukan satu-satunya orang yang pernah menyaksikan sikap buruknya di kantor. Jika dia mulai membicarakan hal negatif tentang bos atau rekan kerja lain, cobalah untuk mengabaikannya.

Pegawai yang senang menceritakan kejelekan orang lain biasanya hanya senang mencari perhatian. Jadi, saat dia mulai menjelekkan orang lain, tinggalkan saja.

Dia harus tahu bahwa itu merupakan sikap yang buruk dan tidak bisa diterima. Tidak menanggapi sikap buruknya merupakan cara terbaik untuk menyadarkannya.

2. Bekerja dengan sebaik-baiknya

Sebagai pegawai, kamu tentu tak ingin terlihat berprestasi hanya dengan menjilat atasan di kantor. Di hadapan karyawan yang bermuka dua, sebaiknya kamu juga menunjukkan kehandalan dan keseriusan bekerja. Memperlihatkan kekuatan kerjamu dapat membuatnya sadar, bahwa bekerja keras lebih penting dibandingkan hanya bersikap manis pada atasan.

3. Ajak bicara dan jaga emosi

Ketika cara kerja mereka sudah benar-benar mengganggumu, sebaiknya ajak mereka bicara baik-baik. Bisa dengan memanggilnya ke ruanganmu atau bisa juga kamu datang langsung ke ruangan mereka. Tanyakan semua hal buruk yang dilakukannya, saya sarankan untuk tetap menjaga emosi dengan baik.

Dengarkan dengan seksama mereka bercerita, baik juga mencatat detail dari yang mereka ucapkan. Setelah mereka selesai bicara, giliran kamu untuk menyampaikan uneg-uneg. Sampaikan kepada mereka bahwa kita tidak nyaman dengan apa yang mereka lakukan. Jelaskan juga bahwa apa yang mereka lakukan sangat mengganggu bagi kamu.

4. Bicarakan dengan rekan kerja yang lain

Jika setelah Anda ajak bicara secara pribadi ia tetap melakukan hal buruk, maka selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah berbicara dengan teman kerja yang lain. Namun sebelum membuka pembicaraan mengenai orang tersebut, sebaiknya Anda minta pendapat mereka tentang teman Anda yang bersikap buruk itu.

Baru jika ada beberapa teman Anda yang menilai sama dengan Anda, artinya memang teman Anda itu memang bersikap buruk. Baru setelah itu Anda bisa berdiskusi dengan teman-teman kerja Anda. Artinya bukan untuk menyerang balik dia, namun lebih kepada bagaimana mencari cara yang tepat untuk mengatasi sikap buruknya. Apakah langsung berbicara dengan atasan, ataukah cukup diselesaikan antar teman kerja saja.

Bicarakan semuanya secara jujur dengan rekan kerja Anda, carilah solusi yang bijak atas masalah seperti ini. Jangan juga Anda mengambil keputusan sepihak dengan tanpa memperhatikan masukan dari orang lain.

5. Bicarakan pada atasan

Ketika semua cara sudah kamu lakukan dan tidak membuat si penjilat itu sadar dengan sikapnya yang tidak etis, maka ada baiknya kamu atau teman kerja yang yang lain langsung bicara dengan atasan. Sebaiknya jika ingin lapor kepada atasan, sertakan beberapa bukti dan fakta yang akurat agar tidak dinilai sebagai orang yang negatif di mata atasan.

Selain bukti, saksi juga perlu kamu hadirkan untuk menghindari prasangka-prasangka buruk yang lain. Perlu juga untuk dilakukan, ungkapkan dengan jujur dan objektif mengenai perilaku orang yang kamu laporkan tersebut. Jangan dilebihkan dan juga jangan dikurangi, sampaikan apa adanya biar nanti atasanmu yang mengambil kesimpulan dan tindakan. Itu pun jika atasan kamu bersikap adil ya.

Orang bermuka dua sering sekali dijumpai di berbagai belahan dunia, karena memang sepesies ini tercipta karena kebencian dan iri terhadap orang lain yang lebih baik dari pada dirinya. Begitulah moga bermanfaat artikel ini, terima kasih.